Cerita Bocah Pengais Rezeki di Musim Libur

Kompas.com - 18/05/2011, 14:04 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Masa libur panjang menjadi saat orangtua mengajak putra-putri mereka berlibur di tempat rekreasi. Namun, kebiasaan itu tidak berlaku bagi Anissa Safitri dan banyak bocah lain di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bocah perempuan berusia 10 tahun, siswi kelas III di Sekolah Dasar Negeri 198 Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, ini lebih memilih menghabiskan masa liburannya dengan menjual hasil kerajinan tangan di tepi pantai Tanjung Bira.

Nisa mencari uang dengan menjual barang dagangan bersama neneknya, Sitti Daeng Batu-Batu (60). Di atas meja kecil berukuran 50 x 40 cm, warga asal Kabupaten Kepulauan Selayar ini menyusun kerajinan tangan seperti kalung, rangkaian bunga, asbak, pin, dan jepitan rambut yang semuanya terbuat dari kerang laut.

"Bantu Nenek mencari uang, hasilnya untuk beli perlengkapan sekolah," ungkap Nisa yang duduk di depan meja jualannya sambil menunggu wisatawan.

Nisa adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan petani Satuaman dan Asniati. Nisa mengaku, jika hari sepi, ia hanya mendapatkan keuntungan Rp 20.000, bahkan tak jarang dagangannya tidak terjual sama sekali. Sementara pada hari libur seperti saat ini, Nisa bisa mendapat keuntungan Rp 70.000 atau Rp 100.000 setiap hari. Barang dagangan Nisa mulai dari harga terendah Rp 5.000 hingga harga tertinggi Rp 7.000.

"Awalnya sering lihat Nenek menjual sambil menawarkan barang dagangannya ke wisatawan yang sedang lewat di depan. Karena penasaran dan sudah pandai berhitung, akhirnya Nenek melepaskan saya berjualan dengan menggunakan meja sendiri, sementara nenek mencari lahan dengan meja sendiri pula," cerita Nisa, Selasa (17/5/2011) kemarin.

Biasanya, Nisa baru membantu neneknya mencari uang pada hari Sabtu dan Minggu. Menurut dia, pada dua hari itu pengunjung biasanya ramai datang ke pantai.

Cerita Nisa tidak jauh berbeda dari Ridwan yang masih berusia delapan tahun. Ridwan, yang masih duduk di kelas II Sekolah Dasar Kasimpureng, lebih memilih membantu orangtuanya dengan pergi menjaring ikan di tengah laut ketika liburan tiba.

Membantu orangtua di atas kapal nelayan merupakan tempat liburan yang mengasyikkan bagi Ridwan dan tiga rekan seusianya yang juga ikut membantu bapaknya ke laut.

Bermain sembari mencari uang, kata Ridwan. "Bapak tidak memperbolehkan saya ikut pada waktu sekolah, karena kalau pergi melaut biasanya satu hari satu malam," ujar Ridwan sambil memisahkan ikan hasil tangkapannya yang tersangkut di jaring.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Regional
Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Regional
Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Regional
Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Regional
Warga yang Bawa Kabur 'Cool Box' Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Warga yang Bawa Kabur "Cool Box" Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Regional
Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Regional
 Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Regional
Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Regional
Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Regional
Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Regional
Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Regional
Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Regional
Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Regional
Hindari Jalan Licin, Ambulans Masuk Parit dan 1 Pasien Meninggal

Hindari Jalan Licin, Ambulans Masuk Parit dan 1 Pasien Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X