Ardina Rasty Jadi TKW di Perbatasan

Kompas.com - 15/05/2011, 19:13 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Bintang film Ardina Rasty seolah ingin membuktikan bahwa ia bukanlah aktris yang cuma bisa main film dengan karakter yang itu-itu saja. Di film terbarunya, Batas, ia berhasil menghadirkan karakter sosok bernama Ubuh.

Ubuh adalah seorang perempuan muda yang menjadi korban dari penyaluran tenaga kerja wanita (TKW) di daerah perbatasan. Beban berat harus dirasakannya, Ubuh merupakan pribadi yang pendiam dan selalu memancing orang-orang di sekitarnya mempertanyakan dan memerhatikan dirinya. Suatu kali, Ubuh menangis kencang berderai air mata.

"Aku mendapatkan film yang cukup berat. Ini film kesepuluh dan menurut aku belum pernah dapat seberat ini," kata Ardina, Kamis (12/5/2011), seusai pemutaran perdana film Batas di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. 

Sekitar sebulan sebelum shooting, Ardina mempelajari karakter TKW ilegal melalui cerita-cerita yang ada mengenai penganiayaan, termasuk memahami karakter itu dari sudut pandang si TKW sendiri. "Aku shooting tiga minggu. Alhamdulillah lancar. Persiapan sebulan sebelumnya. Aku ikutin juga masukan dan saran-saran dari Mas Rudi," ujar Ardina.

Mengenai casting, diakui Ardina, dirinya baru bertatap muka secara langsung dengan rumah produksi pada tahap ketiga. "Jadi, selama dua tahap casting, Mas Rudi hanya lihat aku dari foto. Tahap ketiga, baru kami ketemu dan diputuskan bahwa aku yang memerankan karakter Ubuh," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras dan Berjudi di Tengah Corona, Sekelompok Pemuda Dihukum Rendam di Kolam Sampah

Pesta Miras dan Berjudi di Tengah Corona, Sekelompok Pemuda Dihukum Rendam di Kolam Sampah

Regional
Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Regional
5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

Regional
Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Regional
Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Regional
Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X