Pedagang Angkringan Tewas Tertembak

Kompas.com - 14/05/2011, 09:56 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Baku tembak antara Tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Pelajar Pejuang, Cemani, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/5/2011) pukul 01.15 WIB, mengakibatkan seorang pedagang bernama Nur Iman tewas tertembak.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, awalnya dua pria terduga teroris, yakni Sigit Qurdowi dan pengawalnya, Hendro, keluar dari rumah di daerah Cemani. Mereka lalu berboncengan sepeda motor.

Saat mengarah ke Tim Densus 88 dan Tim Tindak, kata Boy, tiba-tiba mereka berbalik arah. Tim lalu mengikuti. Ketika sepeda motor akan dihentikan, Sigit yang dibonceng malah menembaki anggota sehingga dibalas dengan tembakan oleh tim.

"Tembakan Sigit mengenai pedagang nasi angkringan, Nur Iman, yang berada beberapa meter dari lokasi. Saat itu, Nur berusaha mendekat ketika terjadi keributan. Akibatnya, Nur meninggal di lokasi," ujar Boy melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu.

Dalam baku tembak itu, Sigit dan pengawalnya tewas. Barang bukti yang disita dari para tersangka adalah 2 senjata api jenis FN, 1 jenis Baretta, 1 granat manggis aktif, dan sekitar 100 peluru untuk FN.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X