Warga Kuala Namu Masih Bertahan - Kompas.com

Warga Kuala Namu Masih Bertahan

Kompas.com - 22/04/2011, 22:12 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II melalui Kantor Cabang Bandara Polonia dan Project Implementation Unit Pembangunan Bandar Udara Kuala Namu melarang puluhan warga Desa Pasar VI, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumut yang masih bertahan bertahan di lokasi pembangunan Bandara untuk bercocok tanam.

Warga juga dilarang melakukan kegiatan selain untuk kepentingan pembangunan Bandara Kuala Namu. Surat pelarangan itu diterima warga secara sporadis sejak bulan Februari lalu. Warga diberi waktu hingga masa panen tiba.

Sugimin (55) warga Kuala Namu di kantor Lembaga Bantuan Hukum Medan, Kamis (21/4/2011) mengatakan para warga terancam kelaparan dan tak akan mampu bertahan jika dilarang bercocok tanam. Sebab hanya dari bercocok tanam sekitar seratus warga yang masih tinggal di lahan bandara bertahan hidup. "Kami mau makan apa kalau tidak bercocok tanam," kata Sugimin. Selama ini warga memanfaatkan lahan yang belum dibangun untuk bertani palawija.

Proses pembangunan Bandara Kuala Namu juga sudah menyekat permukiman warga dengan parit. Akibatnya tiga warga terisolasi dari penduduk lain dan harus berjalan memutar untuk keluar dari lahan bandara. Selain itu telah dibangun pula pagar besi di tengah permukiman, namun masih disisakan jalan akses bagi warga.

Sugimin mengatakan, terakhir kali nasib mereka dibahas adalah pada pertemuan antara DPRD Kabupaten Deli Serdang dengan pihak-pihak terkait di Kantor Gubernur Sumut Januari lalu. Namun sampai saat ini belum ada kelanjutan dan hasil pertemuan itu. "Yang kami terima justru surat dari Angkasa Pura yang melarang kami bercocok tanam," kata Sugimin.

Puluhan warga eks karyawan PTPN II itu tetap meminta pemerintah merelokasi mereka ke tempat yang layak. Meskipun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga telah menyatakan telah terjadi pelanggaran HAM pada mereka di tahun 2009, namun belum ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah.

Komnas berkesimpulan kasus ini tidak dapat diselesaikan melalui mediasi, maka presiden diminta mengambil langkah untuk merelokasi 40 KK yang masih berada di lahan bandara ke tempat yang status hukumnya pasti.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Medan, Nuriono mengatakan pemerintah melakukan pembiaran pada kasus ini. "Pemerintah harus bertanggung jawab. Kasus bisa dibawa ke pengadilan HAM, tutur Nuriono.

Kepala Seksi Hukum, Umum, dan Humas Project Implementation Unit PT Angkasa Pura II (Persero) Kuala Namu, Wisnu Budi Setianto dalam sebuah kesempatan mengatakan, dari sisi hukum tak ada yang membuat warga bisa bertahan. "Lahan bandara secepatnya harus steril. Warga sangat mengganggu pembangunan bandara," ujarWisnu.

Bandara Internasional Kuala Namu direncanakan dibuka akhir tahun 2012 dan menjadi pintu gerbang Indonesia sisi barat.


EditorI Made Asdhiana

Terkini Lainnya

Sandiaga Beberkan Alasan Tak Tunjuk PNS Jadi Komisaris Utama di PT Delta Djakarta

Sandiaga Beberkan Alasan Tak Tunjuk PNS Jadi Komisaris Utama di PT Delta Djakarta

Megapolitan
Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

Nasional
Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

Regional
Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Nasional
AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan

Close Ads X