Wajah Pelaku "Cuci Otak" di Malang

Kompas.com - 20/04/2011, 00:49 WIB
Editoryuli

MALANG, KOMPAS.com — Jumlah mahasiswa di Malang, Jawa Timur, yang didoktrin untuk tidak percaya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai 15 orang. Para korban wajib percaya pada Negara Islam.

"Dari hasil pengakuan para korban, baik korban yang tahun 2008 lalu dan korban yang direkrut pada 2011 ini, otaknya sudah didoktrin untuk tidak percaya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi harus percaya pada Negara Islam," kata Nasrullah kepala humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Jawa Timur, Selasa (19/4/2011).

Istilah yang mereka pakai bukan hanya Negara Islam, melainkan juga sering disebut "Negara Karunia". "Kalau menjadi warga NKRI itu katanya kafir. Bisa Islam dan langsung masuk surga kalau jadi warga Negara Islam," ujarnya.

Yang aneh menurut Nasrulah, diskusi dilakukan di mal, seperti di Malang Olympic Garden (MOG) dan MATOS. Penampilan para pelaku "cuci otak" itu pun tak seperti aktivis gerakan Islam radikal pada umumnya.

"Penampilan para pengajaknya tidak seperti wajah-wajah beraliran keras. Inilah yang hingga kini masih menjadi tanda tanya, apakah hanya penipuan dengan modus agama atau memang mengajak untuk anti-NKRI," katanya.

Menurut Nasrullah, dua versi itu masih terus dikaji oleh pihak UMM. "Tetapi yang santer dari pengakuan korban bukan hanya murni penipuan bermodus agama. Otak korban itu sudah dipengaruhi radikalisasi Islam," katanya.

Sementara itu, menurut pengakuan M Hanif, salah satu korban yang tidak sampai dibaiat di Jakarta, yang menjadi bahasan dalam setiap diskusi yang sudah belangsung selama berkali-kali tersebut memang Negara Islam.

"Kami dibuat tidak percaya kepada NKRI. Adam dan Fikri itu selalu menyampaikan karut-marutnya bangsa Indonesia. Agar keluar dari permasalahan karut marutnya bangsa ini, harus hijrah keluar dari NKRI dan pindah menjadi warga Negara Islam atau Negara Karunia," ceritanya, Selasa.

Hanif mengaku, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa baru yang belum banyak tahu soal keagamaan. Kebanyakan korban merupakan mahasiswa baru dari Jurusan Teknik.

"Awalnya saya sudah yakin terhadap Negara Islam itu karena ke depan ini akan datang pembaharu Islam yang akan mengubah NKRI menjadi Negara Islam," urai mahasiswa yang masih berumur 19 tahun ini.

Hanif juga mengatakan bahwa yang membuat dia tertarik mengikuti diskusi adalah pembeberan mengenai masalah bangsa yang sampai saat ini dinilai gagal. "Solusinya adalah Negara Islam, yang bisa mendamaikan negara," katanya.

Kapolresta Malang AKBP Agus Salim saat dihubungi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan penyelidikan terkait kasus pencucian otak kepada mahasiswa UMM dan Universitas Brawijaya Malang itu.

"Saat ini kami sudah menurunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut karena sudah meresahkan banyak orang dan para korban ditipu puluhan juta dengan alasan digunakan biaya baiat ke Jakarta," ungkapnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

    Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

    Regional
    Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

    Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

    Regional
    Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

    Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

    Regional
    Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

    Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

    Regional
    Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

    Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

    Regional
    Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

    Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

    Regional
    Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

    Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

    Regional
    Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

    Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

    Regional
    Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

    Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

    Regional
    Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

    Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

    Regional
    Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

    Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

    Regional
    Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

    Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

    Regional
    Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

    Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

    Regional
    Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

    Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

    Regional
    Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan

    Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X