Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemda Tidak Perhatikan Korban Banjir

Kompas.com - 18/04/2011, 18:09 WIB

JEMBER, KOMPAS.com — Korban banjir bandang yang menyebabkan tiga rumah rusak di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin, datang dan mengadu ke DPRD Jember. Mereka datang untuk mengadu karena selama ini merasa dibiarkan dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Hal ini diungkapkan oleh Bambang Wahyu dan Sumaji, warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Senin (18/4/2011). "Banjir yang terjadi awal bulan ini menghancurkan tiga rumah dan mengancam lima rumah lagi," kata Bambang Wahyu.

Banjir yang terjadi pada tahun 2004 di Sungai Mandilis itu telah menghancurkan tujuh rumah penduduk dalam waktu semalam. Upaya perbaikan telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember dengan melakukan pengerukan sungai dan membuat tanggul.

Hal ini sebagai antisipasi agar aliran sungai tidak melebar ke persawahan dan permukiman penduduk. Akan tetapi, karena miskinnya perawatan dan kesungguhan instansi terkait, proyek tersebut hanya bertahan sampai tahun 2006.

Saat musim hujan tanggul jebol dan alus air Sungai Mandilis merambah ke persawahan dan permukiman, 12 rumah musnah. "Sekarang kembali mengancam permukiman penduduk kembali, setelah awal bulan telah merusakkan tiga rumah dan mengancam lima lainnya karena terkikis erosi," kata Samuji.

Menurut Bambang Wahyu, akibat banjir itu, sejak tahun 2006 tercatat 21 warga Dusun Mandilis kehilangan mata pencahariannya dan tempat tinggal, yakni sembilan warga sawah/ladang hilang berubah fungsi jadi sungai dan 12 orang kehilangan tempat tinggal. "Saya berharap ada penyelesaian dari pemerintah daerah, paling tidak mengembalikan jalur sungai ke tempat asalnya," kata Sumaji.

Ketua Komisi C DPRD Jember HM Asir mengatakan, pihaknya akan meneruskan informasi ini kepada pemerintah supaya ditindaklanjuti. "Jalan keluar memang harus mengembalikan jalur sungai seperti semula, masyarakat yang kehilangan sawah bisa mengerjakan kembali lahannya," kata HM Asir.

Untuk menyelesaikan persoalan erosi ini, kata Abd Azis, mantan Kepala Desa Sanenrejo, Sungai Mandilis adalah batas desa antara Desa Sanenrejo dan Desa Curajhtakir, Kecamatan Tempurejo. Erosi menyebabkan sawah di Desa Sanenrejo jadi sungai. Sebaliknya, akibat sungai berpindah, bekas sungai jadi lahan pertanian.

Agar jangan sampai terjadi konflik antara Desa Sanenrejo dan Curahtakir, seharusnya perbaikan sungai melibatkan warga di dua desa itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com