Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Kompas.com - 14/04/2011, 11:28 WIB
EditorA. Wisnubrata

SURABAYA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan unsur pidana pada dugaan kasus penjualan bayi berusia dua bulan, putra pertama pasangan muda asal Surabaya, Zulkarnain Faisal (20) dan Rahma Anisa (17). Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Sudamiran, Rabu (12/4/2011) mengatakan, keduanya hanya ingin menitipkan putranya yang bernama Muhammad Rafi Saifullah itu kepada keluarga yang kebetulan tidak punya momongan dan bersedia merawatnya dengan baik.

"Mereka mengaku saat itu tidak dapat memberikan perawatan maksimal kepada bayinya yang tengah sakit karena alasan ekonomi, bukan berniat menjualnya" ujarnya.

Namun polisi masih terus mengembangkan dugaan ini, dan memberikan status saksi kepada kedua pasangan muda itu. Kini kedua orang tua beserta bayinya untuk sementara diamankan di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Dahlan milik Polrestabes Surabaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

Zulkarnain Faisal dan Rahma Anisa dilaporkan ke polisi oleh warga Jl Simorejo Sari Surabaya, Selasa (12/4/2011). Warga menduga pasangan muda yang nikah di bawah tangan tersebut terlibat aksi penjualan anak. Namun ayah bayi, Zulkarnain Faisal, membantah bahwa dia akan menjual anak pertamanya, dia hanya ingin mencari orang yang bersedia dititipi putranya, karena dia tidak mampu merawatnya dengan baik karena alasan ekonomi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.