Pemilihan Calon Anggota KIP Sumut Mandeg

Kompas.com - 08/04/2011, 21:25 WIB
EditorBenny N Joewono

MEDAN, KOMPAS.com - Seleksi anggota Komisi Informasi Publik Provinsi Sumatera Utara mandeg sejak tiga bulan lalu. Beberapa lembaga swadaya masyarakat mendesak agar Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut bertindak nyata untuk membantu penuntasan pembentukan Komisi Informasi Publik Provinsi Sumatera Utara.

"Kalau masalah ini dibiarkan bisa menghambat proses-proses keterbukaan, termasuk upaya pemberantasan korupsi. Sebab, akses informasi bisa terganggu," kata Kepala Divisi Investigasi dan Publikasi Indonesia Corruption Watch Agus Sunaryanto saat berdiskusi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan dan Sentra Advokasi untuk Hak Pendidikan (Sahdar) di Kota Medan, Jumat (8/4/2011).

Proses pembentukan Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sumut terhenti sejak muncul dualisme pengumuman daftar calon anggota KIP Provinsi Sumut. Pada tanggal 16 Desember 2010 Tim Seleksi Anggota KIP Provinsi Sumut menggelar rapat pleno dan telah memutuskan 15 calon anggota KIP Provinsi Sumut, salah satunya Josep Sihombing.

Nama-nama tersebut kemudian mereka umumkan di sebuah media lokal medan pada tanggal 21 Desember. Pada tanggal 22 Desember, muncul lagi pengumuman serupa di media lokal berbeda. Akan tetapi nama Josep Sihombing dicoret dan digantikan Mayjen Simanungkalit yang sebelumnya tidak ada di pengumuman pertama.

"Masalah pergantian nama tersebut berbuntut panjang. Karena Josep maupun Mayjen sama-sama mengklaim sebagai pihak yang berhak masuk seleksi," ujar Benget Silitongga, anggota Tim Seleksi.

Benget mengatakan, ada indikasi kecurangan dalam proses revisi tersebut. Hasil psikotes menunjukkan Josep berada di posisi ke-8, sementara Mayjen urutan ke-27 dari 30 calon yang ada. Bobot psikotes mencapai 60 persen dari seluruh aspek penilaian.

Dia menduga ada yang tidak wajar dalam proses masuknya nama Mayjen ke daftar calon anggota KIP. "Kebetulan, saat rapat pleno tanggal 20, saya tidak hadir," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut yang juga Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KIP Provinsi Sumut Eddy Syofian belum bisa memberi penjelasan tentang hal ini karena tidak bisa dihubungi Kompas.

Akan tetapi, sebelumnya dia sempat mengatakan bahwa tidak ada kecurangan dalam penentuan 15 nama tersebut. Pencoretan nama Josep karena terjadi kesalahan penilaian (Kompas, 24/12/2010).

Koordinator Eksekutif Sahdar Arif Faisal mendesak agar Tim Seleksi Calon Anggoya KIP Provinsi Sumut membeberakan ke publik tentang proses seleksi tersebut. Dengan demikian, akan tampak kesalahan dalam proses seleksi tersebut. Proses ini harus difasilitasi oleh Komisi A DPRD Sumut, sebagai komisi yang membidangi komunikasi dan informatika.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.