Mahasiswa Tolak Pembangunan Pasar Modern - Kompas.com

Mahasiswa Tolak Pembangunan Pasar Modern

Kompas.com - 07/04/2011, 12:32 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa dan para pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (7/42011) menggelar aksi penolakan pembangunan tempat perbelanjaan modern yang mulai menjamur di Pamekasan. Demo digelar di depan kantor DPRD Pamekasan.

Koordinator Kalab Pamekasan Zainal Abidin mengatakan, pembangunan tempat perbelanjaan modern seperti berbagai jenis minimarket, sudah menggusur keberadaan pasar-pasar tradisional, para pedagang kaki lima (PKL) di Pamekasan. Selain itu, keberadaan tempat perbelanjaan tersebut menyuburkan praktek kapitalis. Anehnya kata Zainal, pembangunan tempat perbelanjaan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

"Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak pro terhadap pengembangan ekonomi rakyat miskin di Pamekasan," katanya. Dirinya beralasan, ketidakperpihakan pemerintah dibuktikan dengan merelokasi para PKL ke tempat yang tidak stategis. Sementara pembangunan tempat perbelanjaan modern mendapat lokasi yang strategis.

"Kami minta pembangunan harus distop dan ijin operasional bagi yang berjalan segera dicabut dan DPRD Pamekasan harus bersikap tegas terhadap tuntutan kami," tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Pamekasan Muhdal Abdullah mendukung langkah mahasiswa dan para PKL. Pihaknya akan mendesak pemerintah untuk membatasi pembangunan tempat-tempat perbelanjaan modern. Adapun jumlah tempat perbelanjaan yang sudah beroperasional di Pamekasan sebanyak 13 lokasi. Saat ini yang sudah mengajukan permohonan ijin pembangunan kepada Pemkab Pamekasan sudah dua lokasi.


EditorA. Wisnubrata

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Bekasi

Megapolitan
Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Regional
Disdik DKI Akan Ikuti Kebijakan Anies soal Libur Sekolah Saat Asian Games

Disdik DKI Akan Ikuti Kebijakan Anies soal Libur Sekolah Saat Asian Games

Megapolitan
Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Internasional
Operasi Patuh Jaya, Polda Metro Sasar Pengguna Ponsel Saat Berkendara

Operasi Patuh Jaya, Polda Metro Sasar Pengguna Ponsel Saat Berkendara

Megapolitan
Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Nasional
Potensi Kalium Berjumlah Besar untuk Pembuatan Pupuk Ditemukan di Pati

Potensi Kalium Berjumlah Besar untuk Pembuatan Pupuk Ditemukan di Pati

Regional
Soal Tuntutan Pengemudi Ojek 'Online', Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru

Soal Tuntutan Pengemudi Ojek "Online", Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru

Nasional
Penipuan Rp 50 Juta Bermodus Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie...

Penipuan Rp 50 Juta Bermodus Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie...

Megapolitan
Kim Jong Un Urus Kepulangan Jasad Korban Kecelakaan Bus asal China

Kim Jong Un Urus Kepulangan Jasad Korban Kecelakaan Bus asal China

Internasional
Pecahkan Rekor Muri, 5.000 Penari Gambyong Akan Goyang Kota Solo

Pecahkan Rekor Muri, 5.000 Penari Gambyong Akan Goyang Kota Solo

Regional
Penyekapan dan Perampokan yang Menimpa Penumpang GrabCar...

Penyekapan dan Perampokan yang Menimpa Penumpang GrabCar...

Megapolitan
Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir Berpotensi Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir Berpotensi Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

Regional
Akbar Tanjung Sebut Cak Imin Cocok Jadi Cawapres Jokowi

Akbar Tanjung Sebut Cak Imin Cocok Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

Nasional

Close Ads X