Banjir di Aceh, 536 Ha Sawah Terendam

Kompas.com - 01/04/2011, 20:20 WIB
EditorI Made Asdhiana

MEULABOH, KOMPAS.com — Banjir di Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, dalam tiga hari terakhir tak saja menggenangi ribuan rumah, tetapi juga lahan padi seluas 483 hektar, 53 hektar lahan kacang, 4 sekolah, dan menghancurkan 3 jembatan penghubung kecamatan. Banjir juga meluas ke Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Singkil. Di dua kabupaten tersebut, puluhan desa tergenang dan sekitar 4.000 warga terjebak banjir.

Genangan banjir yang melanda 8 kecamatan dan 102 desa di Aceh Barat sendiri pada Jumat (1/4/2011) sudah mulai surut. Sebanyak 30.684 warga, yang sempat mengungsi ke tempat-tempat aman, sebagian besar sudah kembali ke rumahnya untuk bersih-bersih.

"Memang tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang diderita warga sangat besar. Kami mendata sekitar Rp 5 miliar. Ini karena ada 483 hektar tanaman padi yang rusak dan 58 hektar lahan kacang hancur. Belum lagi kerusakan infrastruktur berupa tiga jembatan, jalan raya sepanjang 2,5 kilometer, dan 4 sekolah yang rusak," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Besar HT Ahmad Dadek.

Di Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat, dua kecamatan yang paling parah terkena banjir, sebenarnya genangan masih sekitar 1 meter. Namun, warga setempat yang mengungsi memilih pulang karena tak ada tempat untuk mengungsi yang bisa untuk tinggal beberapa hari.

"Kami tak mempunyai lokasi khusus penampungan pengungsi banjir. Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah provinsi dan pusat karena wilayah ini sangat rawan terjadi banjir setiap hujan turun. Setiap banjir, ribuan orang harus mengungsi. Tapi, tak ada tempat," ujar Dadek.

Setelah banjir di Aceh Barat surut, giliran kabupaten tetangganya, yaitu Nagan Raya dan Aceh Singkil, yang terlanda banjir. Banjir di Nagan Raya disebabkan meluapnya dua sungai utama, yakni Lamei dan Tripa. Dua sungai tersebut bersumber dari Dataran Tinggi Leuser yang kini mulai banyak dirambah dan dikonversi untuk perkebunan dan pertambangan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nagan Raya Abdurrani Cut mengatakan, sekitar 4.000 jiwa di 11 desa di Kecamatan Darul Makmur terjebak banjir karena badan jalan yang menghubungkan mereka dengan daerah lain terendam hingga 1 meter. Banjir mulai terjadi sejak Kamis (31/3/2011) sore dan hingga Jumat masih berlangsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga yang terlanda banjir tetap tinggal di permukiman mereka karena tak bisa lari mengungsi. Dinas sosial setempat dibantu tim SAR terpaksa mengirimkan bantuan logistik dengan perahu bermesin.

Di Kabupaten Aceh Singkil, banjir pada Kamis sore menggenangi 4 kecamatan, yakni Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Simpang Kanan, dan Suro. Sekitar 21 desa di 4 kecamatan tersebut terendam air hingga setinggi 60 sentimeter. Namun, pada Jumat kemarin, banjir tersebut mulai surut.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.