Ironi Kota Tua Magelang yang Tak Terlindungi

Kompas.com - 28/03/2011, 14:29 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MAGELANG, KOMPAS.com - Kota Magelang termasuk daerah yang memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda. Keberadaan bangunan yang sarat akan nilai seni arsitektur tersebut tersebar di beberapa sudut kota.

Namun sayang, sekarang ini Pemerintah Kota Magelang belum mempunyai konsep yang jelas mengenai upaya perlindungan bangunan tua. Sebab tidak adanya Perda dalam perlindungan dan pemeliharaan bangunan bersejarah. Sehingga, tidak mustahil keberadaan bangunan tersebut suatu saat akan punah.

Pandangan ini diungkapkan anggota komisi C DPRD Kota Magelang, Edy Sutrisno. Menurutnya, sangat ironis, Kota Magelang yang berusia 1105 tahun ini tidak memiliki ada perda perlindungan bangunan bersejarah.

"Peraturan Daerah yang melindungi bangunan tua di Kota Magelang harus segera di realisasikan. Eksekutif khususnya SKPD terkait harus segera mengupayakan peraturan tersebut, minimal membuat perlindungan melalui membuat masterplan tata ruang dan wilayah (Rt/Rw) yang mengatur kawasan-kawasan lama yang harus dilindungi," tegas Edy Sutrisno, Senin (28/3/2011).

Menurutnya, kota tetap bisa maju tanpa meninggalkan nilai sejarah. Kajian itu bisa dimulai dengan melakukan inventarisasi bangunan tua yang harus dilindungi. Berdasarkan inventarisasi tersebut, dapat ditentukan bangunan mana yang nilai sejarahnya tinggi dan memang harus dibenar dijaga keutuhannya. "Jika belum ada usulan mengenai perda tersebut. Maka DPRD khususnya komisi C bisa membentuk Perda Inisiatif," tandasnya.

Pemerhati kota tua dari Komunitas Kota Toea Kota Magelang, Bagus Priyana mengatakan, dengan tidak adanya perda tersebut, Keberadaan kota tua di Kota Magelang bisa hanya tinggal sejarah. "Berdasarkan pengamatan kami, banyak bangunan tua yang rusak dengan dirubah bentuknya. Penambahan atau perombakan bangunan tua banyak yang menghilangkan kesan arsitektur lama," jelasnya.

Dia mencontohkan keberadaan kampung tua di Kwarasan, Kelurahan Cacaban. Rumah yang dulunya kampung kolonial ini banyak yang sudah dirubah bentuknya. Penambahan tersebut dilakukan dengan menambah aksen bangunan modern sehingga kesan lamanya hilang.

Selain itu, rehabilitasi yang dilakukan di Museum Jenderal Sudirman juga memprihatinkan. Pada bagian belakang ornamen kayu jati pada pintu, resplang dan jendela diganti menggunakan kayu Kalimantan. "Jika ada sebuah peraturan yang jelas, hal ini tidak mungkin terjadi," tambahnya.

Terpisah, Wakil Wali kota Magelang, Joko Prasetyo mengakui, Pemkot memang belum memiliki perda yang mengatur dan melindungi bangunan-bangunan bersejarah di Kota Magelang. Namun, pihaknya akan segera mengkaji regulasi tersebut dengan bagian hukum serta pihak-pihak terkait.

"Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan segera berkoordinasi dengan bagian hukum dan pihak terkait untuk mengkajinya, minimal nanti akan dibuat peraturan walikota (perwal) dulu," katanya.

Sejauh ini, lanjut Joko, pemkot hanya bisa mengupayakan dengan memberi imbauan kepada masyarakat dan instansi terkait untuk selalu memelihara dan melestarikan bangunan-bangunan warisan sejarah yang ada di Kota Magelang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Ratusan Rumah Tak Teraliri Listrik

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Ratusan Rumah Tak Teraliri Listrik

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
Rel di Banyumas Tertimbun Longsor, Perjalanan 3 KA Terganggu

Rel di Banyumas Tertimbun Longsor, Perjalanan 3 KA Terganggu

Regional
Libur Panjang, Ini Sejumlah Lokasi yang Terapkan Rapid Test Acak

Libur Panjang, Ini Sejumlah Lokasi yang Terapkan Rapid Test Acak

Regional
Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Irit Air

Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Irit Air

Regional
Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X