Baru Sekali Ultah, Setelah 490 Tahun

Kompas.com - 16/03/2011, 13:11 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

UNGARAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Semarang akhirnya menetapkan tanggal 15 Maret 1521 sebagai hari jadi Kabupaten Semarang, melalui Keputusan Bupati Semarang Nomor 003.3/0168/2011 tanggal 7 Maret 2011. Penetapan itu ditandai dengan pemotongan tumpeng di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Selasa malam kemarin.

Hadir dalam acara itu seluruh unsur Muspida, tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kabupaten Semarang. Dalam Sambutannya, Bupati Semarang mengatakan momentum penetapan hari jadi ini menjadi penting sebagai ungkapan jati diri dan identitas daerah. 'Hal ini merupakan dukungan untuk terus membangun daerah dan mengentaskan kemiskinan,' katanya.

Sebelumnya Mundjirin mengungkapkan, penetapan ini berdasarkan penelusuran sejarah yang cukup panjang. 'Menurut ahli sejarah tanggal 15 maret adalah tanggal di mana Sunan Pandanaran diangkat menjadi Bupati Semarang pertama oleh Sunan Kalijaga,' ungkapnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Ki Adi Samidi pada acara itu menegaskan setiap pemerintahan layak untuk mencari dan menetapkan hari jadinya. 'Hari jadi daerah sangat penting untuk dicari dan ditetapkan sebagai salah satu identitas,' ujarnya.

Sementara itu, pada Selasa siang sebelumnya, Bupati H Mundjirin melakukan napak tilas di Dusun Karangkepoh, Desa Pager Kecamatan Kaliwungu. Daerah tersebut merupakan bekas pusat pemerintahan Kabupaten Semarang tahun 1947-1950 pada masa Bupati Sumardjito.

Salah seorang saksi hidup, H Suhartono (86) menceritakan, saat itu Bupati Semarang Sumardjito terpaksa memindahkan pusat pemerintahan dari Semarang ke Karangkepoh untuk menghindari serangan penjajah Belanda. 'Kala itu kantor bupati sekaligus rumah Bupati ditempatkan di rumah Siswo Sumarto yang cukup luas,' jelas mantan anggota pasukan gerilya (pager) desa itu.

Selain tempat tinggal dan kantor Bupati bersama Sekretaris Daerah, lanjutnya, beberapa kantor pemerintahan berada di sekelilingnya. Antara lain kantor pekerjaan umum, dinas sosial, kantor pendidikan dan dinas kesehatan.

Bersama dengan sekitar empat puluh pemuda lainnya, bahu membahu melindungi keberadaan Bupati Sumardjito dari incaran penjajah. 'Aktifitas sehari-hari para pegawai didukung oleh warga setempat termasuk urusan dapur umum,' tambahnya.

Bupati H Mundjirin saat sambutan menyampaikan penghargaan kepada warga Desa Pager atas peran serta mendukung pemerintahan Kabupaten Semarang saat itu. 'Saat ini dukungan warga dapat diwujudkan dalam bentuk partisipasi dalam pembangunan,' tegas Bupati. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X