Pidie Kewalahan Atasi Banjir

Kompas.com - 13/03/2011, 04:16 WIB
Editor

Pidie, Kompas - Pemerintah Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, kewalahan menangani dampak bencana banjir bandang yang menghancurkan enam desa di Kecamatan Tangse, Kamis lalu. Banjir tersebut menghancurkan 751 rumah serta 8 jembatan dan merusakkan jalan sepanjang 6 kilometer.

Bupati Pidie Mirza Ismail, Sabtu (12/3), menyatakan, kerugian keseluruhan akibat banjir tersebut mencapai Rp 1 triliun, sedangkan anggaran bencana yang tersedia di daerah itu hanya Rp 300 juta. ”Kami amat berharap bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk menangani bencana ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, kerusakan fisik akibat banjir bandang itu melumpuhkan perekonomian warga di enam desa, yakni Layan, Ranto Panyang, Blang Pandak, Peunalom Sa, Peunalom Dua, dan Blang Jreut. Akses jalan raya menuju ke desa-desa itu rusak dan sulit dilalui kendaraan. Selain itu, sawah dan ladang petani juga rusak.

Dari 12.000 warga di keenam desa itu, sekitar 7.000 orang kini mengungsi. Mereka juga banyak yang mengalami kerugian karena saat banjir tanaman pertanian mereka umumnya sedang panen. ”Dengan mengungsi beberapa hari, mereka tak berpenghasilan,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan masa tanggap darurat hingga sepekan ke depan. Namun, dengan dampak yang ada saat ini, diperkirakan butuh waktu satu tahun lebih untuk membuat wilayah yang terkena banjir pulih kembali.

Sementara itu, hingga Sabtu sore, sebagian besar akses jalan desa yang terkena banjir masih rusak dan tertutup material banjir, seperti lumpur, batu, dan kayu gelondongan.

Banjir di Cirebon

Banjir juga merendam sedikitnya 400 rumah warga di dua kecamatan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat malam hingga Sabtu petang. Banjir di Kecamatan Harjamukti dan Lemahwungkuk tersebut dipicu oleh hujan deras selama tiga jam pada Jumat malam, mulai pukul 19.00.

Hingga Sabtu malam, sejumlah titik di dua kecamatan itu masih terendam air setinggi hampir 1 meter.

Adapun di Magelang, Jawa Tengah, banjir dari luapan Kali Putih menerjang 37 rumah di Dusun Klumpukan, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Berbeda dengan kejadian sebelumnya, banjir kali ini tidak membawa material vulkanik, tetapi hanya berupa air dan lumpur.

Banjir kali ini tidak menimbulkan kerusakan fisik ataupun korban jiwa. Ketinggian air mencapai 1-2 meter. (REK/HAN/EGI)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Regional
Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X