Bahrul Lahut, Diklaim Karya Malaysia - Kompas.com

Bahrul Lahut, Diklaim Karya Malaysia

Kompas.com - 11/03/2011, 16:39 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Satu dari 113 kitab kuno yang ditemukan Balai Litbang Kemenang Semarang pada penelitian naskah dan kitab kuno di pondok pesantren Sumber Anyar itu ialah kitab Bahrul Lahut (Samudera Ketuhanan).

"Kitab ini pernah diklaim sebagai kitab karya ulama Malaysia, padahal sebenarnya merupakan karya ulama Aceh," kata Koordinator Tim Peneliti Badan Litbang Kemenang Semarang, Zainul Atfal, Jumat (11/3/2011) siang.

Penelitian kitab kuno di pesantren Sumber Anyar ini merupakan program Kantor Kementerian Agama untuk menyelematkan kitab dan naskah kuno.

Selain di Kabupaten Pamekasan, penelitian oleh Balai Litbang Kemenag Semarang ini juga dilakukan di tiga kabupaten lain di Madura, seperti Kabupaten Sumenep, Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

"Semuanya ada tujuh orang yang melakukan penelitian naskah dan kitab kuno di Madura ini," terang Zainul.

Di Kabupaten Bangkalan, penelitian naskah dan kitab kuno dilakukan pada Keluarga Syaichona Kholil, di Sampang di salah satu pondok pesantren di daerah Prajan, sedang di wilayah Kabupaten Sumenep, penelitian dilakukan dengan secara menyebar.

"Jadi di Pamekasan ini penelitinya 2 orang, Sampang 2 orang, Pamekasan 2 orang dan di Kabupaten Sumenep sebanyak 3 orang," kata Zainul Atfal menjelaskan.

Hanya saja, dirinya belum mengetahui jumlah keseluruhan kitab dan naskah kuno yang diteliti tim dari empat kabupaten yang ada di Pulau Garam Madura tersebut.

"Untuk sementara baru di Pamekasan ini karena saya langsung yang melakukan penelitian disana," ucap Zainul.


EditorBenny N Joewono

Close Ads X