Korban Perampokan di Bandung Akhirnya Tewas

Kompas.com - 02/03/2011, 14:20 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com - Salah seorang korban perampokan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karyajatnika Sadaya, Kota Bandung, Dudi (30) meninggal dunia, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rabu siang (2/3/2011).

Juru Bicara IGD RS Hasan Sadin Bandung dr Melanie, mengatakan Dudi dinyatakan meninggal pukul 12.33 WIB.  "Saat tiba di IGD RSHS Bandung, kondisi korban memang sudah drop, tensi darahnya juga menurun," kata dr Melanie ketika dihubungi melalui telepon selularnya.

Menurutnya, proyektil peluru yang bersarang di kepala bagian kiri "office boy" tersebut tidak menyebabkan pendarahan hebat.  Namun, karena ada kerusakan di bagian otak, sehingga peluru masih bersarang di kepala korban.

Selama di RS Hasan Sadin Bandung, korban ditangani oleh bedah bagian syarat dan dirawat di ruang resussitasi. Sedangkan korban lainnya yang berkerja sebagai satpam BPR KS Ahmad Winarto mengalami trauma berat dan masih dirawat di IGD RS Hasan Sadikin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kantor Kas Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya di Jalan Wastukancana Nomor 65 Bandung disatroni kawanan perampok bersenjata api, Selasa (1/3/2011) malam. 

Salah seorang petugas keamanan BPR, KS Makmun (38) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu kawanan perampok menembak dua karyawan bank, yakni satpam Ahmad Winarto dan office boy bernama Dudi. "Dudi ditembak di bagian kepala, sedangkan Ahmad Winarto ditembak di bagian leher," ujar Makmum.

Baca Juga:  Tabrakan di Suramadu, Seekor Sapi Mati

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X