Minyak Masih Tak Menentu

Kompas.com - 28/02/2011, 20:06 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Hitungan waktunya memang sebentar. Berbumbu kekhawatiran bakal rusuh di Timur Tengah, harga minyak langsung menanjak dua persen. Tapi, tak lama, harga itu turun lagi.

Menurut warta AP dan AFP pada Senin (28/2/2011), minyak mentah jenis Brent mencapai 114,50 dollar AS per barrel dalam perdagangan awal sebelum kemudian turun lagi. Sementara, harga US light mencapai 99,50 dollar AS.

Produksi minyak Libya diperkirakan turun sebesar 75 persen akibat pergolakan di negara itu. Namun demikian, Arab Saudi berjanji akan menutupi kekurangan itu.

Akan tetapi pada Minggu (27/2/2011), indeks bursa saham Saudi turun 5 persen. Pemicunya, 119 akademisi, pegiat dan pengusaha menulis surat terbuka kepada raja menutut reformasi.

Indeks gabungan Tadawul merosot 10 persen dalam dua pekan ini ke tingkat terendah dalam enam bulan. Hal ini kemudian memicu para investor Saudi untuk meminta agar pemerintah turun tangan guna menstabilkan pasar, atau bahkan menutupnya sama sekali.

Berita ini muncul di tengah rencana pembukaan kembali bursa saham Mesir Selasa (1/3/2011) setelah ditutup sebulan penuh karena pemberontakan rakyat. Sampai kini para pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung bursa saham dengan tujuan untuk terus menunda pembukaanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.