Sopir Angkot dan SPBU Belum Tahu

Kompas.com - 23/02/2011, 15:49 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji coba pembatasan bahan bakar minyak (BBM) hari ini rupanya masih banyak belum diketahui para sopir yang akan menjadi subjek kebijakan tersebut. Bahkan, petugas-petugas SPBU juga belum diberikan pelatihan atau pun sosialisasi menyeluruh soal pembatasan BBM yang resmi diberlakukan pada bulan April itu.

Baroning, misalnya. Sopir angkutan M01A jurusan Senen-Kampung Melayu itu menyatakan tidak tahu menahu mekanisme BBM bersubsidi.

"Belum, belum ada pemberitahuan apa-apa, angkot saya juga enggak ditempelin stiker, kayaknya yang lain juga enggak ada," ucapnya, Rabu (23/2/2011) saat dijumpai Kompas.com di Terminal Senen, Jakarta.

Hal serupa juga diungkapkan Suradi, yang juga sopir mikrolet. Suradi justru balik bertanya ke wartawan soal mekanisme pembatasan BBM. "Oh, jadi 40 liter batasnya, lah terus kalau lebih dari itu gimana? Repot banget yah. Saya dari tadi isi bensin masih biasa aja tuh," ujar Suradi.

Selain kurangnya sosialisasi kepada para sopir angkutan umum, pengelola SPBU pun mengeluhkan sosialisasi yang tidak pernah disampaikan ke SPBU sebagai palang pintu terdepan penerapan kebijakan ini.

"Kami sama sekali tidak pernah diberikan surat edaran resmi, yang isinya ini loh mekanismenya, mobil apa aja yang dikasih juga kami enggak tahu," ucap Pengawas SPBU Jalan Kramat Raya, Dedi.

Bentuk sosialisasi dari pemerintah, menurut Dedi, hanya dengan meletakkan sebuah spanduk yang bertuliskan "Uji Coba Stikerisasi Pembatasan BBM" di pom bensinnya. "Boro-boro pelatihan, padahal itu penting kan? Sekarang stikernya kayak gimana kami juga enggak tahu," tutur Dedi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alhasil, spanduk besar yang berada di pintu masuk SPBU pun hanya menjadi aksesori karena pembatasan BBM nyatanya tak berlaku di SPBU itu.

"Belum ada perintahnya, dan dari yang kami lihat tadi juga enggak ada tuh stiker yang dibilang itu," ujar Dedi.

Realitas di atas bertolak belakang dengan pernyatan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono yang mengatakan sosialisasi uji coba pembatasan BBM sudah dilakukan dua minggu terakhir melalui media massa. "Kami sudah sosialisasi ke berbagai media," ucapnya tadi siang.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo pun menuturkan, 85 persen SPBU di Jabodetabek sudah siap menghadapi kebijakan pembatasan BBM.

"Hasil rapat pleno tanggal 11 Februari kemarin, kira-kira SPBU yang sudah siap sekitar 85 persen di Jabodetabek, dan sekitar 90 persen tangki juga sudah siap," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.