KNKT Tak Sempat Minta Keterangan Pilot

Kompas.com - 16/02/2011, 20:28 WIB
EditorBenny N Joewono

PEKANBARU, KOMPAS.com - Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku tak sempat meminta keterangan seorang captain pilot dari dua insiden pesawat Lion Air di Pekanbaru.

"Untuk insiden yang pertama, kami tidak sempat menemui pilot untuk dimintai keterangan, sedangkan pada insiden kedua, kami telah mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dari pilot" kata investigator KNKT, Masruri, Rabu (16/2/2011).

Dua pesawat jenis Boeing 737-900 milik Lion Air mengalami insiden tergelincir hingga ke luar landasan pacu di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, dalam dua hari berturut -turut, namun tidak ada korban jiwa.

Insiden pertama dialami pesawat beregistrasi PK-LFI dengan nomor penerbangan JT 392 dari Jakarta, Senin (14/2/2011) pukul 21.15 WIB yang dipiloti Captain Hambauran Andriansyah, dan insiden kedua dialami pesawat registrasi PK-LHH nomor penerbangan JT 295 dari Medan, Selasa, (15/2) pukul 17.45 WIB yang dipiloti Captain Andreas Yudo.

Menurut Masruri, ketika pihaknya tiba di Pekanbaru untuk melakukan penyelidikan terhadap insiden yang dialami pesawat Lion pertama kali, pilot pesawat Captain Hambauran Andriansyah telah berada di Jakarta.

Padahal, keterangan seorang pilot selaku penanggung jawab kegiatan operasional penerbangan pesawat sangat dibutuhkan terutama ketika terjadi insiden seperti yang dialami Lion.

Keterangan itu digunakan untuk melakukan penyelidikan, selain data pendukung lain seperti kondisi landasan pacu, cuaca, lalulintas bandara (air traffif control), kondisi pesawat, hingga percakapan yang terekam FDR dan VCR.

"Dalam setiap insiden ataupun kecelakaan pesawat, keterangan dari captain pilot kita butuhkan walau ada FDR dan VCR di ruang kokpit pesawat. Namun, kejadian ini menjadi catatan khusus kita," jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, pihak manajemen Lion Air membantah insiden beruntun yang menimpa dua pesawat maskapai itu akibat ketidakmampuan pilot untuk mendaratkan pesawat dalam cuaca ekstrim.

"Tidak benar itu karena pengalaman kedua pilot tak perlu dipertanyakan lagi," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait.

Ia juga membantah insiden beruntun itu disebabkan Lion Air tak memiliki kualitas pilot yang kompeten karena perusahaan penerbangan itu minim melakukan investasi dalam pembinaan juru mudi pesawat terbang.

Namun, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan perintah agar kedua captain pilot pesawat naas itu dilarang terbang selama 15 hari akibat insiden tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.