Lion Investasi di Palangkaraya Saja

Kompas.com - 14/02/2011, 10:55 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas penerbangan RI menyesalkan batalnya kesepakatan antara PT Lion Mentari Airlines dan PT Angkasa Pura I membangun hanggar pesawat di Manado. Namun pemerintah memberikan alternatif lokasi baru yaitu di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Yurlis Hasibuan meminta agar Lion Air membuat hanggar di Palangkaraya, bukan di Subang, Johor Bahru, Malaysia.

"Palangkaraya bisa dihidupkan dengan berdatangannya pesawat-pesawat Lion dan menyebabkan terciptanya lapangan kerja baru di sana," kata Yurlis di Jakarta, Minggu (13/2/2011).

Bandara Cilik Riwut di Palangka Raya saat ini masih dioperasikan oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan dan tidak masuk manajmen PT AP I. Dengan demikian, maka kemungkinan pembangunan hanggar di Palangkaraya sangat besar, karena telah mendapat dukungan dari pihak terkait. Ia menyayangkan bila Lion harus ke Malaysia membangun hanggar di sana.

Menurutnya, untuk membuat hanggar tidak perlu ke luar negeri, karena di Indonesia pun tetap menguntungkan."Walaupun sebenarnya tidak ada kerugian, tetapi kalau hanggar Lion di Malaysia akan menyebabkan kehilangan devisa negara," ujarnya.

Seperti diberitakan, Lion mengundurkan diri dari kesepakatan pembangunan hanggar dengan nilai investasi 10 juta dollar AS, karena menurut Presiden Direktur Lion, Rusdi Kirana, PT AP I meminta saham 51 persen atas kepemilikan hanggar tersebut. Padahal Lion telah membebaskan lahan untuk lokasi hanggar di sekitar bandara Sam Ratulangi senilai Rp 7 miliar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X