Hak Angket DPRD Surabaya Tak Sah - Kompas.com

Hak Angket DPRD Surabaya Tak Sah

Kompas.com - 04/02/2011, 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Joehermasyah Johan mengatakan, rekomendasi Pansus Hak Angket DPRD Surabaya untuk mencopot wali kota Surabaya Tri Rismaharini tidak sah.

Pengajuan hak angket oleh DPRD atas penerbitan kebijakan Wali kota yang dinilai salah tersebut, menurut Joe tidak melalui tahapan perundang-undangan yang tepat. "Hak angket agar ditinjua kembali, tidak memenuhi peraturan perundang-undangan, dianggap tidak sah. DPRD harus mencabutnya karena tidak sah," ujar Joe usai menghadiri diskusi DPD di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (4/2/2011).

Menurut Joe, Pansus hak angket DPRD Surabaya tidak sesuai dibentuk karena tidak terdapat dugaan tindak pidana yang dilakukan Tri dengan menerbitkan Perwali Nomor 56 dan Nomor 57 Tentang Kenaikan Pajak Reklame. "Itu kan hanya menaikkan pajak reklame, itu kan bisa dievaluasi dengan Gubernur saja," katanya.

Selain itu, hak angket yang diajukan tidak melalui tahapan yang tepat sebelumnya. "Harus ada inteprlasi dulu, baru ada angket. Angket itu kan kalau ada kasus yang terkait pidana, menimbulkan krisis kepercayaan publik, baru ada tahapan ke hak menyatakan pendapat, baru melalui prosedur MA," papar Joe.

Oleh karena itu, Joe meminta agar DPRD meninjau kembali rekomendasinya. "Mudah-mudahan konflik ini selesai. Melalui peraturan perundang perundangan, harus ditnnjau kembali. Wali kota bisa menjalankan tugas dengan biasa, APBD bisa diketuk palu, DPRD pun kembali melakukan tugasnya," ucapnya. 


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional

Close Ads X