Guru Pencak Silat Tewas oleh Muridnya

Kompas.com - 30/01/2011, 20:57 WIB
EditorBenny N Joewono

TRENGGALEK, KOMPAS.com — Seorang pendekar yang menjadi guru pencak silat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (30/1/2011), tewas saat melakukan latih tanding (sabung) dengan muridnya.

Korban bernama Hadi (18) itu jatuh di tengah arena sabung dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah terkena tendangan telak tepat pada leher sebelah kiri.

"Informasinya memang sempat terkena tendangan pada bagian leher, tapi setelah dilakukan otopsi, penyebabnya bukan itu. Korban meninggal dikarenakan mengalami pembengkakan pada pembuluh jantung," kata Kepaal Satuan Reserse Kriminal Polres Trenggalek Ajun Komisaris Saiful Rohman.

Penuturan beberapa saksi mata, peristiwa itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 09.00 di Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak.

Korban yang sudah berstatus pelatih salah satu perguruan pencak silat tersebut seperti biasa melatih beberapa siswa atau muridnya di SD Negeri 3 Bendoagung.

Setelah melakukan pemanasan, korban mengajak latih tanding beberapa muridnya sampai tiga kali. Terakhir, mitra tanding korban adalah Ridwan (16), murid asal desa setempat.

Saat itulah peristiwa fatal tersebut terjadi. Korban tiba-tiba terjerembab. Beberapa pelatih lain serta siswa langsung menolong korban.

Seketika itu juga korban dibawa ke Puskesmas Kampak untuk mendapat perawatan medis. Namun, kondisi korban semakin kritis.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, tim dokter Puskesmas Kampak memutuskan merujuk korban ke RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Sayang, nyawa korban tetap tak tertolong. Untuk memastikan penyebab tewasnya korban, tim dokter RSUD dr Soedomo melakukan otopsi.

Hasilnya, tidak ditemukan bekas pukulan benda keras pada tubuh korban.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dr Fonita Sugianto, anggota tim otopsi RSUD dr Soedomo, terdapat pembengkakan pada jantung korban.

Pembengkakan tersebut diduga akibat kelelahan fisik yang dialami korban. Selain itu, berdasarkan riwayatnya, korban diketahui mengalami kelaianan pada organ jantungnya.

"Tidak ada bekas hantaman benda keras. Organ jantungnya bengkak," kata dr Fonita.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X