Nurdin Tak Sebut Irfan Bintang Timnas

Kompas.com - 22/01/2011, 05:23 WIB
EditorHery Prasetyo

TABANAN, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada pembukaan Kongres Tahunan PSSI di Nirwana Resort, Bali, Jumat (21/1/2011), tidak menyebut nama Irfan Bachdim meski pemain itu tampil cemerlang di Piala AFF 2010 lalu.

Nurdin hanya menyebutkan nama-nama yang telah familiar, seperti Markus Haris Maulana, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, bahkan seorang Cristian Gonzales yang pemain naturalisasi.

"Mereka telah mampu membangkitkan iklim sepak bola kita. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," katanya di depan ratusan peserta kongres di Nirwana Resort, Bali, Jumat (22/1/2011).

Publik telah tahu bahwa pemain yang saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI) bentukan Arifin Panigoro itu layak disebut bintang meski hanya mampu mencetak dua gol.

Irfan Bachdim bahkan telah menjadi salah satu magnet bagi timnas Indonesia. Terbukti, banyak suporter terutama wanita yang mengelu-elukan pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.

Dengan bergabungnya Persema di LPI, kemungkinan besar akan berpengaruh pada posisi Irfan Bachdim di timnas. Hal itu karena timnas di bawah asuhan Alfred Riedl dilarang menggunakan jasa pemain yang tidak bertanding di kompetisi resmi PSSI.

Irfan sebetulnya telah dinyatakan lolos tanpa seleksi lagi untuk memperkuat timnas U-23 yang akan turun di SEA Games 2011 mendatang. Hanya saja, keputusan itu akan ditetapkan pada Maret mendatang.

"Selama tahun 2010 banyak keberhasilan yang bisa diraih, termasuk timnas. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," kata Nurdin dengan tegas.        

Pria asal Makassar itu tidak membantah jika selama tahun 2010 masih terjadi banyak kekurangan. Hanya saja, Nurdin tidak menjelaskan dengan detail kekurangan yang terjadi dalam setahun terakhir.

Mengomentasi keberadaan LPI, Nurdin hanya menjelaskan bahwa kompetisi sepak bola bentukan pengusaha nasional Arifin Panigoro itu melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. (ANT)

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

    Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

    Regional
    Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

    Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

    Regional
    Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

    Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

    Regional
    'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

    "Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

    Regional
    Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

    Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

    Regional
    Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

    Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

    Regional
    Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

    Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

    Regional
    Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

    Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

    Regional
    Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

    Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

    Regional
    Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

    Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

    Regional
    Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

    Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

    Regional
    Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

    Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

    Regional
    Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

    Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

    UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

    Regional
    Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

    Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X