Polres Badung Bongkar Pengedar Upal

Kompas.com - 06/01/2011, 17:38 WIB

BADUNG, KOMPAS.com — Aparat Polres Badung bersama Polsek Kuta berhasil membongkar jaringan pengedar uang palsu (upal) dan menyita Rp 20 juta upal sebagai barang bukti. Aparat Polres Badung juga mengamankan dua tersangka jaringan pengedar uang palsu, yakni Haji Agus Salim (44) dan Imam Safei (36), keduanya berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Terbongkarnya jaringan ini berawal dari laporan seorang pedagang di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, yang menyadari bahwa uang hasil jualan rokoknya ternyata palsu. Upal pecahan Rp 50.000 ini didapat dari dua orang pria yang membeli rokok di warungnya.

"Setelah diketahui kalau uang untuk membeli rokok ini palsu, korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta Utara," ujar Kapolres Badung Ajun Komisaris Besar Dwi Suseno, saat konferensi pers di Polres Badung, Kamis (6/1/2011) siang.

Setelah berhasil mengidentifikasi kedua orang tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan di tempat tinggal mereka, yakni Jalan Raya Gunung Soputan, Gang Sanggina Nomor 7, Denpasar. Saat menggeledah rumah kos kedua tersangka, petugas menemukan upal pecahan Rp 50.000 yang jumlahnya Rp 20 juta.

Polisi juga menemukan 200 bungkus rokok di dalam rumah kos keduanya. Saat ditanya asal upal tersebut, mereka menjawab bahwa mereka mendapatkannya dari seseorang bernama Slamet. "Dari pengakuan keduanya, uang itu didapat dari seseorang bernama Slamet asal Palembang yang kini diperkirakan berada di Jawa Tengah," imbuh Dwi Suseno.

Sistem pembelian uang palsu ini adalah 1 banding 2. "Nah untuk sistemnya, pelaku harus membayar uang asli Rp 2 juta dan akan mendapatkan Rp 4 juta uang palsu. Jadi 1 banding 2," jelas Dwi Suseno.

Setelah polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut, selain membeli, tersangka juga mampu memproduksi uang palsu. Caranya sangat sederhana dengan peralatan konvensional, yakni uang asli digabungkan menggunakan lem. Begitu dua sisi menyatu, langkah berikutnya adalah menyetrika. "Kemudian uang yang ditaruh di alas kaca nako ini dipotong dengan pisau cutter," papar Dwi Suseno, menirukan pengakuan pelaku.

Diduga puluhan juta rupiah uang palsu masih beredar di masyarakat, khususnya di kawasan Badung, warga diminta untuk lebih teliti setiap melakukan transaksi jual beli atau menerima uang dari orang lain. Cara mudah untuk mengetahui uang itu asli atau palsu adalah dengan cara 3 D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.


EditorI Made Asdhiana

Terkini Lainnya


Close Ads X