Bom Tewaskan Tiga Orang

Kompas.com - 21/12/2010, 06:30 WIB
EditorJosephus Primus
NAIROBI, KOMPAS.com - Tiga orang tewas dan 23 orang terluka Senin (20/12/2010) dalam serangan bom di sebuah bus di Nairobi tengah, kata polisi.
   
Bus itu menuju ke ibu kota Uganda, Kampala, tempat kepala polisi setempat sebelumnya memperingatkan adanya "indikasi kuat" bahwa kelompok gerilyawan telah merencanakan serangan pada waktu Natal. "Dua orang meninggal karena luka di rumah sakit, korban tewas sekarang tiga termasuk pemilik barang yang meledak di bus itu," ujar seorang pejabat polisi Kenya di tempat ledakan pada wartawan.
   
"Dua puluh tiga orang lain dibawa ke rumah sakit dengan berbagai luka," ia menambahkan, berbicara tanpa menyebut nama.
   
Kepala Kepolisian Kenya Mathew Iteere mengatakan seorang pria yang telah meninggalkan sebagian dari barangnya di sebuah jalan dekat tempat itu telah ditangkap. "Kami sekarang berusaha untuk menghubungkan barang itu dengan serangan di bus tersebut."
   
Iteere tidak secara tegas mengatakan ledakan itu adalah serangan teroris, tapi menyebutkan "bahan peledak" di satu bagian dari barang itu sebagai sumber ledakan tersebut.
   
Ketika polisi menutup tempat itu, beberapa pakar bom mengumpulkan bukti di sekitar bus merah Kampala Coach itu, yang tampaknya mendapat kerusakan terbatas, lapor seorang wartawan AFP.
   
Seorang saksi dikutip di televisi Kenya melukiskan apa yang ia katakan sebagai serangan oleh tiga orang yang berusah naik bus itu dan meledakkan bom ketika seorang penjaga keamanan berupaya memeriksa bagasinya.
   
Kepala polisi Uganda, Kale Kayihura, menuturkan pada AFP bahwa ancaman berasal dari Shebab, kelompok gerilyawan Somalia yang menjanjikan kesetiaan pada Al Qaeda, dan Pasukan Demokratik Sekutu, sebuah kelompok Islam Uganda.
   
Timpalannya dari Kenya menyatakan, bagaimanapun, terlalu dini untuk memnghubungkan serangan Nairobi dengan ancaman yag diterima Kampala.
   
Uganda pada Juli menderita serangan terburuk di Afrika Timur dalam 12 tahun ketika pembom bunuh diri menyerang dua bar di Kampala pada saat final sepakbola Piala Dunia, yang menewaskan 76 orang.
   
Shebab telah mengklaim serangan itu dan memperingatkan bahwa setiap negara yang mendukung pemerintah pusat Somalia yang sedang berperang di Mogadishu dan sisa daerah lainnya akan menjadi sasaran.
   
Tiga pejabat polisi Kenya tewas dalam dua serangan senjata dan granat terpisah di Nairobi awal bulan ini.
   
Motif di belakang serangan itu menurut polisi tidak jelas dan Kenya menyatakan mereka telah minta Biro Penyelidikan Federal (FBI) untuk membantu menyelidiki insiden itu.
   
Menyusul serangan itu, polisi Kenya menangkap ratusan orang di lingkungan Eastleigh, daerah yang didiami sebagian besar oleh orang Somalia, dan menegaskan keamanan lebih ketat akan diterapkan pada musim liburan.
 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X