Teriakan Merdeka Menggema di Yogya - Kompas.com

Teriakan Merdeka Menggema di Yogya

Kompas.com - 13/12/2010, 15:11 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ribuan masyarakat Yogyakarta berkumpul di depan kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti sidang paripurna yang membahas keistimewaan Yogyakarta. Tak sedikit masyarakat Yogyakarta yang mengenakan busana tradisional Jawa. Ada juga yang datang membawa kemenyan.

Massa yang datang bukan hanya dari Kota Yogyakarta, melainkan juga dari luar kota. Yang datang pun bukan hanya orang Yogya. Ada juga perwakilan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Mereka datang dengan pakaian khas tradisional mereka. Mereka menyuarakan dukungannya melalui tarian khas NTT.

Untuk menjaga arus massa, puluhan polisi gabungan berjaga di perempatan Kantor Pos Besar. Jumlah tersebut belum termasuk polisi yang berjaga di sepanjang Jalan Malioboro.

Arus lalu lintas mulai padat, tersendat oleh massa pendukung keistimewaan. Pengguna jalan tidak sabar untuk melintasi perempatan Kantor Pos Besar.

Suara klakson berbunyi berulang kali, tanda meminta jalan. Orator yang menaiki mobil pikap dengan nomor polisi AB 9563 E berseru, "Penetapan harga mati, kalau Presiden tidak menanggapi, Yogya ingin merdeka."

Orator juga menekankan larangan bertindak anarkis. "Kita harus membuktikan, masyarakat Yogyakarta cinta damai," katanya.

Di depan lima polisi, laki-laki berpakaian Jawa, lengkap dengan belangkon, surjan, dan jarik, meneriakkan aspirasinya. "Pak polisi, Yogya merdeka, Pak."

Polisi yang bertugas hanya tersenyum menanggapi teriakannya. "Teriakan itu hanya emosi, Sultan saja tidak mengatakan merdeka," ujar petugas yang tidak bersedia menyebutkan namanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHeru Margianto

    Terkini Lainnya

    Pastikan Warga Bisa Gunakan Hak Pilih, Komnas HAM Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu

    Pastikan Warga Bisa Gunakan Hak Pilih, Komnas HAM Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu

    Nasional
    'Kalau Mereka Mau Tanah Ini, Ayo ke Pengadilan Tunjukkan Sertifikatnya...'

    "Kalau Mereka Mau Tanah Ini, Ayo ke Pengadilan Tunjukkan Sertifikatnya..."

    Megapolitan
    Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

    Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

    Megapolitan
    Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

    Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

    Nasional
    Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

    Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

    Internasional
    2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

    2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

    Megapolitan
    Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

    Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

    Nasional
    INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

    INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

    Megapolitan
    Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

    Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

    Regional
    Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

    Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

    Nasional
    Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

    Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

    Megapolitan
    Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

    Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

    Nasional
    [HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

    [HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

    Nasional
    Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

    Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

    Megapolitan
    Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

    Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

    Nasional
    Close Ads X