1.030 Usia Produktif Kena HIV/AIDS

Kompas.com - 02/12/2010, 22:37 WIB
EditorBenny N Joewono

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.030 orang usia produktif antara 25-29 tahun di Jawa Timur mendominasi penderita HIV/AIDS karena perilaku gaya hidup modern menyimpang.

"Selain itu, 761 penderita HIV/AIDS berasal dari masyarakat Jatim yang berusia 30-34 tahun," kata aktivis LSM Akar Surabaya, Pungkas Wicaksono, di Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Surabaya, Kamis (2/12/2010).

Menurut pembicara seminar HIV/AIDS Cegah Sejak Dini Melalui Kesehatan Reproduksi Remaja itu, Human Immuno Deficiency Virus/HIV merupakan virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia.

"Sementara, Acquired Immuno Deficiency Syndrome/AIDS adalah kumpulan munculnya berbagai gejala penyakit akibat sistem kekebalan tubuh yang sudah dirusak HIV," ujarnya.

Orang yang tubuhnya kena HIV mayoritas kandungan sel darah putihnya mencapai 350 keping. "Padahal, manusia normal memiliki 600-an keping," katanya.

Di samping itu, ia menyebutkan, banyaknya orang yang terdaftar sebagai penderita HIV/AIDS di Jatim saat didata pemerintah telah mengidap AIDS.

"Di sisi lain, sebenarnya masa perkembangan virus HIV untuk menjadi AIDS membutuhkan waktu sekitar lima tahun karena virus itu memang sulit dideteksi," katanya.

Pengidap HIV/AIDS, tambah dia, sesuai data organisasi HIV/AIDS PBB pada tahun 2007 sebanyak 90 persen ada di negara berkembang.

Salah satu faktornya adalah perkembangan film porno negara maju yang banyak didrop ke negara itu dan rendahnya moral bangsa tersebut.

"Sementara, di negara maju yang menjadi produsen film porno hanya segelintir orang yang mengidap HIV/AIDS. Negara itu sengaja merusak moral bangsa lain melalui film porno," katanya.

Penyebab lain banyaknya korban HIV/AIDS, ulas dia, juga dikarenakan besarnya minat masyarakat usia 12 tahun hingga 25 tahun yang berpredikat sebagai pecandu narkotika dan obat - obatan.

Umumnya mereka terperosok ke dunia hitam itu karena ingin merasa diterima, gaya hidup, pelarian diri dari kenyataan mengingat remaja banyak masalah.

"Apalagi, remaja dinilai sering membesar-besarkan masalah," katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pengelola Program Komisi Pengendalian AIDS (KPA) Jatim, Sutarmin, mengemukakan, kini peringkat Jatim terhadap kasus HIV/AIDS meningkat menjadi kedua secara nasional sedangkan per Februari 2010 masih di peringkat ketiga di Tanah Air.

"Peningkatan ini karena semakin terbongkarnya banyak kasus dan kian tingginya masyarakat berperilaku menyimpang di provinsi ini," katanya.

Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS, lanjut dia, sampai Desember 2010 sejumlah negara telah menyalurkan bantuan wujud kepeduliannya terhadap pengidap HIV/AIDS di Jatim.

"Besaran bantuan yang kami terima mencapai sekitar Rp 4,8 miliar," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.