Jalur Selo-Magelang Kembali Ditutup

Kompas.com - 12/11/2010, 18:29 WIB
EditorBenny N Joewono

BOYOLALI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Boyolali kembali menutup jalur Selo-Magelang karena aktivitas Gunung Merapi masih berbahaya.

Kepala Polres Boyolali Ajun Komisaris Besar Polisi Romin Thaib, di Boyolali, Jumat (12/11/2010) membenarkan penutupan jalur tersebut, karena kondisi Merapi hingga saat ini masih berbahaya.

Penutupan dilakukan mulai jalan masuk pusat Kota Selo menuju Magelang. Sebaliknya, dari perbatasan Magelang di Desa Jrakah terlihat pagar dengan tulisan: Awas Daerah Bencana Merapi.

Selain itu, sejumlah polisi juga berjaga di tempat tersebut untuk memberikan petunjuk agar pengemudi yang melintas tetap waspada dan berhati-hati.

Menurut Kapolres, penutupan dilakukan dari arah Kota Boyolali dengan memberikan pagar betis di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo dan masuk pusat Kecamatan Selo dan diperbatasan Magelang di Desa Jrakah.

Sejumlah anggota ditempatkan di titik jalan yang ditutup tersebut.

Penutupan tersebut, kata Kapolres, juga untuk menjaga keamanan di Kecamatan Selo dan Cepogo. Karena, warga dua kecamatan itu sebagian masih mengungsi di Kota Boyolali.

"Jika rumah kondisi kosong ditinggal warga mengungsi, maka polisi berjaga-jaga dari tindak pencurian," katanya.

Selain itu, kondisi jalan Selo-Magelang masih tertutup debu vulkanik cukup tebal dan berdebu, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, Didik Suranto (25), warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali, mengatakan, pencurian terjadi di desanya.

Menurut dia, rumah yang ditinggal penghuni disatroni pencuri mengakibatkan sejumlah perabot, seperti televisi dan peralatan dapur hilang.

Menurut Kasatlantas Polres Boyolali AKP Sugandi, pihaknya setiap pagi dan sore terus melakukan patroli pemeriksaan di dua titik, yakni Cepogo dan Selo. Bahkan, patroli dan razia dilakukan setiap malam hari.

"Setiap warga yang melintas jalur Boyolali-Selo dirazia," kata Kasatlantas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.