Arsitek Punya Tanggung Jawab Moral

Kompas.com - 11/11/2010, 12:01 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa dan akademisi perguruan tinggi harus diajar untuk turut memikirkan upaya-upaya sederhana dalam rangka mengurangi dampak pemanasan global. Terutama pada arsitek lulusan perguruan tinggi sebagai pelaku aktif industri bangunan yang dinilai memiliki kewajiban moral untuk turut serta mengurangi dampak pemanasan global dan diharapkan memegang komitmen pada konsep green architecture.

Demikian hal itu mengemuka diskusi bertema Peran Arsitektur dalam Pembangunan Berkelanjutan-Studi Kasus: Tinjauan Kota Jakarta, Kamis (11/11/2010) di Jakarta. Diskusi tersebut digelar sebagai bagian dari program Bumi Hijaumu Action @Campus sebagai program bersama Mortar Utama dan Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia. Diskusi menghadirkan pembicara antara lain Prof. Dr. Emil Salim, Prof. Dr. Abimanyu TA. MSi dari Universitas Indonesia, Ir Suryono Herlambang, Ketua Jurusan Planologi di Universitas Tarumanegara

General Manager Mortar Utama Anton Ginting mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak semua pihak di perguruan tinggi menjadi bagian dari kampanye integral green architecture. Untuk itu, aktifitas edukasi green architecture yang dilakukan selama road show di kampus-kampus sepanjang tahun ini ditekankan mulai tahap proses implementasi, baik dari sisi desain, maupun material yang digunakan.

"Sumbangan rekayasa dan industri bangunan terhadap proses perusakan lingkungan cukup signifikan. Perusakan ekologi di mulai sejak tahap konstruksi, penggunaan material besar-besaran secara ilegal hingga operasional bangunan modern dipastikan telah memproduksi racun, karbon dan limbah yang terabaikan manajemen pemeliharaanya," ujar Anton.

Untuk itu, kata dia, arsitek atau perancang sebagai pelaku aktif industri bangunan memiliki kewajiban moral untuk turut serta mengurangi dampak pemanasan global. Arsitek diharapkan memegang komitmen pada green architecture, yaitu mampu menolak tarikan pasar serta membuat inovasi dan kreativitas dalam perancangan bangunan tanpa merusak lingkungan.

“Sehingga kami perlu menggagas inisiatif ini untuk membentuk kepedulian, keterlibatan, hingga pemahaman akan isu yang diakhiri dengan perubahan perilaku yang mendukung inisiatif hijau ini di perguruan-perguruan tinggi,” kata Anton.

Adapun Bumi Hijaumu Action @Campus merupakan salah satu wujud program tanggung jawab sosial Mortar Utama untuk turut serta mengajak semua pihak, pemerintah, akademisi, mahasiswa, profesional, tukang, kontraktor, media dan masyarakat umum untuk melakukan upaya-upaya sederhana secara bersama-sama untuk mengurangi penyebab pemanasan global yang disebabkan oleh perbuatan manusia.

Tahun ini, program internal yang dilakukan oleh seluruh karyawan dan jaringan kerja Mortar Utama digelar secara berkesinambungan dan terukur berupa program edukasi masyarakat dengan cara road show ke universitas-universitas terkemuka di Indonesia, mengadakan berbagai green competition yang diikuti kalangan akademisi dan umum, serta pameran-pameran yang dilakukan ke berbagai perkantoran, serta pendidikan bagi para tukang-tukang terlatih.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X