Permukaan Tanah Pantai Terangkat 1 Meter

Kompas.com - 30/10/2010, 18:06 WIB
EditorMarcus Suprihadi

PADANG, KOMPAS.com- Gempa dan tsunami yang terjadi pada 25 Oktober 2010 lalu telah menyebabkan tanah permukaan pantai pesisir barat Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai terangkat setinggi satu meter.

"Hal ini tak terperhatikan, namun kalau dilihat dari udara akan jelas kelihatan," kata Ade Edward, Manajer Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdal Ops PB) Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (30/10/2010).

Akibatnya, kata Ade, pantai yang ombaknya selama ini digunakan untuk surfing itu tak bisa lagi digunakan karena sudah menjadi pantai karang, bukan pantai pasir lagi.

"Tak hanya itu, di ujung muara sungainya saat ini sudah terdapat air terjun setinggi 1-1,5 meter. Akibatnya, biduk kecil tak bisa lagi dari muara sungai masuk ke laut," ungkap Koordinator Daerah (Korda) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat (Sumbar).

Menurutnya, hal ini sudah diprediksi pada 12 Oktober 2010, saat Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bantuan Bencana, Andi Arif beserta ahli geologi dan tsunami seperti Danny Hilman, Wahyu dan Hamzah berkunjung ke Sumatera Barat dalam rangka Desiminasi Gempa Bumi dan Tsunami Sumbar.

Saat itu disampaikan bahaya gempa besar yang diprediksi akan terjadi di Mentawai/Sipora. Kriteria gempa tersebut antara lain mengakibatkan permukaan pantai Siberut-Sipora akan terangkat sekitar 2 meter, sedangkan permukaan pantai Kota Padang akan turun 1,5 meter.

Pada saat itu juga disampaikan hasil penelitian, potensi tsunami di pantai Barat Mentawai diprediksi dapat mencapai ketinggian gelombang 15 meter, sedangkan di pantai timur Mentawai hanya mencapai 1 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk kawasan pesisir barat Sumbar, tsunaminya paling tinggi satu meter, namun akan merendam daratan hingga tiga kilometer dari pantai karena topografi daerah yang landai dan rendah.

Menurut Danny Hilman yang juga Ketua IAGI, dari hasil data pengukuran terkini, diperkirakan bidang yang belum mengeluarkan energi (seismic gap) berada di bawah Pulau Siberut dan sebagian Sipora, memiliki luas 100 kilometer x 400 meter.

Bidang ini merupakan lokasi pusat gempa bumi di masa mendatang. Danny yakin gempa berkekuatan 8,9 SR akan terjadi, meski tak bisa dipastikan kapan, namun potensinya makin nyata.

"Ibarat tali kapal, gempa 7,9 SR pada 30 September 2009 telah menyebabkan sepertiga tali itu putus. begitu juga gempa 7,2 SR pada 25 Oktober 2010, juga menyebabkan sepertiga tali itu putus. Tinggal lagi sepertiganya, yang kekuatannya bisa saja mencapai 8,9 SR atau lebih," kata Ade (Tribunnews.com/Harismanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.