Kepulauan Mentawai Akan Tenggelam

Kompas.com - 30/10/2010, 13:21 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah hingga kini masih menggodok aturan yang melarang warga untuk tinggal di kawasan pesisir Mentawai yang rawan tsunami. Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, mengatakan, relokasi penduduk Mentawai merupakan solusi tepat. Karena, selain rawan bencana tsunami, menurut penelitian, Pulau Mentawai juga akan tenggelam.

"Kalau Mentawai, tidak ada obatnya selain relokasi karena bukan hanya kena tsunami, tetapi pulaunya akan jatuh ke bawah," ujar Andi dalam diskusi polemik "Bencana dan Duka Indonesia" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Opsi untuk relokasi penduduk Mentawai tersebut, kata Andi, disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat berkunjung ke Mentawai. Namun, opsi relokasi tersebut, menurut Andi, bukan hal yang mudah mengingat sulitnya membuat masyarakat percaya untuk pindah ke tempat yang disediakan nantinya.

"Membutuhkan waktu agar masyarakat percaya karena gempa itu kan masalah iman. Apakah betul akan ada gempa, tsunami, itu masalah iman," katanya.

Sementara itu, relawan bencana Hermawan Sulistyo dalam kesempatan yang sama mengatakan agar pemerintah memperbaiki manajemen penanggulangan bencana terlebih dahulu sebelum memikirkan opsi relokasi penduduk. Menurut dia, manajemen penanggulangan bencana yang ada saat ini masih berantakan karena koordinasi yang kurang jelas.

"Ini masalah manajemennya, di mana-mana demikian, ga usah di Mentawai," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan akan merelokasi penduduk pesisir Kepulauan Mentawai ke perbukitan. Pemerintah rencananya membangun 4.000 rumah sementara di perbukitan untuk penduduk pesisir tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Irwan Prayitno juga menyampaikan bahwa relokasi penduduk tersebut tidak mudah dilaksanakan mengingat sebagian besar penduduk Mentawai bermata pencarian sebagai nelayan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.