Tanggap Darurat di Mentawai 2 Minggu

Kompas.com - 28/10/2010, 04:09 WIB
Editor

Padang, Kompas - Pemerintah menetapkan tanggap darurat selama dua minggu untuk penanganan korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sementara ini, pemerintah fokus pada evakuasi korban dan pemberian bantuan makanan dan obat-obatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, 11 desa di Mentawai rusak parah akibat sapuan tsunami, Senin (25/10) malam. ”Salah satu yang parah adalah Dusun Muntei. Dusun itu habis tersapu. Yang tersisa hanya fondasi-fondasi rumah,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono seusai rapat kabinet terbatas di Padang, Sumatera Barat, kemarin.

Agung merupakan bagian dari rombongan Wakil Presiden Boediono yang meninjau lokasi bencana Mentawai kemarin. Rombongan yang menggunakan helikopter dan pesawat itu menyaksikan dari ketinggian, sejumlah dusun rata dengan tanah akibat tersapu tsunami.

Menurut Agung, sementara ini fokus pemerintah adalah memberikan bantuan secepatnya kepada korban. Selain itu, menjangkau daerah-daerah yang masih terisolasi.

Ia mengakui wilayah di Kepulauan Mentawai sulit dijangkau akibat cuaca yang kurang bersahabat serta transportasi dan komunikasi yang terbatas.

”Penanganan komunikasi sangat penting. Percuma kalau kita berhasil menjangkaunya, tetapi kemudian di sana sulit dihubungi untuk penanganan lanjutan,” kata Agung, seraya menambahkan, pemerintah akan mengerahkan bantuan alat-alat komunikasi.

Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie menambahkan, pihaknya telah mengirimkan bantuan 5 ton makanan dan tenda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, Kepala BPBD Sumatera Barat Harmensyah menuturkan, tim sukarelawan beserta bantuan sudah berangkat ke Mentawai sejak Selasa sore. Kemarin juga diberangkatkan sedikitnya tiga kapal yang berisikan tim sukarelawan, medis, dan SAR. Total personel yang dikerahkan mencapai 151 orang. ”TNI Angkatan Laut juga membantu penyediaan armada kapal,” katanya.

Mengenai listrik, General Manager PT PLN Krisna Simba P mengatakan, infrastruktur listrik di Mentawai relatif masih baik pasca-gempa dan tsunami. (JON)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.