Bertambah, Korban Tewas 23 Orang

Kompas.com - 26/10/2010, 16:09 WIB
EditorHeru Margianto

PADANG, KOMPAS.com — Data sementara yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasional Sumatera Barat menunjukkan, 23 warga Kepulauan Mentawai tewas akibat tsunami pascagempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang melanda daerah itu, Senin (25/10/2010) malam.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasional Sumbar hingga Selasa sore, tim SAR telah menemukan 23 mayat korban. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Harmansyah mengatakan, pencarian terhadap korban yang hilang masih dilanjutkan.

Sebelumnya, Hermansyah juga menuturkan, tercatat 103 orang hilang, 10 desa rusak, dan 650 keluarga mengungsi.

Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan tim ke Mentawai, Sumatera Barat, untuk membantu penanganan korban bencana gempa dan tsunami. Menurut staf Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Achmad Djaelani dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa (26/10/2010), pihaknya juga telah mengirimkan ambulans ke sana.

"PMI Sumatera Barat sudah mengirimkan empat ambulans, menyiagakan puluhan personelnya untuk segera melakukan assessment awal. Untuk sementara, kami masih menunggu laporan dari PMI provinsi mengenai situasi di Mentawai," katanya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

    40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

    Regional
    Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

    Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

    Regional
    TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

    TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

    Regional
    Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

    Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

    Regional
    Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

    Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

    Regional
    Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

    Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

    Regional
    Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

    Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

    Regional
    Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

    Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

    Regional
    Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

    Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

    [POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

    Regional
    Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

    Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

    Regional
    Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

    Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

    Regional
    Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

    Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

    Regional
    Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

    Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

    Regional
    Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

    Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X