Batik Motif Kaliwunguan Akan Dihidupkan

Kompas.com - 24/10/2010, 18:09 WIB
EditorHertanto Soebijoto

KENDAL, KOMPAS.com - Bupati Kendal, Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti, menyatakan akan menghidupkan kembali motif batik Kaliwungu yang telah punah sejak 1964.

Dia mengatakan di Kendal, Minggu (24/10/2010), pihaknya akan memasukkan keterampilan membatik motif batik khas Kampung Kapulisen, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dalam kurikulum pendidikan. Corak ini dikenal dengan sebutan motif kaliwunguan.

"Kurikulum tersebut akan dimasukkan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas agar tetap lestari," katanya.

Selain itu, kata dia, saat ini dirinya tengah mengembangkan 100 motif batik pesisir khas kaliwunguan. "Tetapi saat ini, baru dua motif yang telah selesai," katanya.


Dia mengatakan, motif tersebut akan dimasukkan pada seragam batik pegawai negeri sipil (PNS) sebagai langkah sosialisasi kepada masyarakat umum.

"Upaya ini juga dilakukan untuk mengenalkan kesenian khas Kendal kepada dunia, dalam hal ini motif batik," katanya.

Menurut dia, penggunaan dua motif pada seragam akan berlakukan pada 2011 dan direncanakan akan digunakan pada setiap hari Kamis dan Jumat.

Dia mengatakan, motif pertama didominasi warna biru dan motif kedua berwarna hitam.

"Yang biru diberi nama Paramita yang berarti bijaksana dan warna hitam, saya beri nama Pramesti yang artinya dikasihi Tuhan," katanya.

Dia menambahkan, pencetakan batik tersebut dilakukan di Pekalongan, Jawa Tengah, dengan menggunakan kain sutera dan katun.

Dia juga mengatakan, kedua motif hasil karyanya akan segera dipatenkan atas nama perorangan melalui Disperindag agar tidak diklaim oleh pihak lain.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X