Mufti Mekkah: Jangan Layani Pengemis!

Kompas.com - 24/10/2010, 02:19 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

KOMPAS.com - Larangan untuk tidak memberi atau melayani pengemis telah dikeluarkan mufti besar Mekkah. Jamaah haji diimbau untuk tidak melayani pengemis yang mulai membanjiri Mekkah menjelang puncak haji.

Biasanya, saat puncak haji, para pengemis memenuhi seluruh ruas jalan menuju Masjidil Haram. Sekarang ini saja beberapa pengemis sudah menempati kawasan di sepanjang jalan antara Masjid Kucing dan Masjidil Haram.

"Jika Mufti Besar Mekkah sudah mengimbau agar jamaah tak memberikan santunan kepada para pengemis, jamaah Indonesia juga perlu memperhatikan," ujar Kepala Daerah Kerja Mekkah, Cepi Supriatna. Arabnews, Jumat (22/10/10), memberitakan pula bahwa Mufti Besar Mekkah telah mengimbau jamaah agar tidak memberikan santunan kepada para pengemis.

Divisi Antikemiskinan Polisi Lalu Lintas Mekkah juga mulai merazia mereka. "Tadi malam saja, banyak dari mereka yang diangkut polisi," ujar Khatibul Umam, petugas haji di Sektor Khusus, sektor yang menangani jamaah sesat, yang berkantor sekitar 200 meter dari Pintu Marwah Masjidil Haram.

Aisha, pengemis asal Somalia, seperti dikutip Arabnews, Jumat, mengatakan banyak pengemis dari Jeddah dan kota-kota di sekeliling Makkah mulai berdatangan di Mekkah.

"Datang lebih awal untuk memilih lokasi strategis di luar dan dekat Masjidil Haram," ujar Aisha.

Menurut Aisha, mereka datang tidak sekadar sebagai individu untuk mengemis. Mereka telah dikerahkan untuk tujuan mendapat uang sebanyak-banyaknya. Malam hari, mereka berkumpul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, kata Aisha, "Membagi uang hasil mengemis di antara anggota mereka, kemudian berpencar lagi." Nantinya, mereka akan meninggalkan Makkah secara bersama-sama.

Para pengemis di Mekkah, bisa berbahasa Indonesia sepatah-dua patah kata. Para pengemis di Jabal Nur, misalnya, mereka rajin menyapa jamaah dari Indonesia yang akan ke Gua Hira. "Haji, hajia" Indonesia baguuusss. Indonesi... satu riyal... miskin... satu riyal," teriak mereka, sambil mengulurkan tangan menggapai tangan jamaah.

Beberapa pihak mengingatkan bahwa saat calon pemberi mengeluarkan riyal, pengemis lain pun akan semakin semangat memintanya, "Kalau tidak mau memberi, mereka bisa menarik barang yang ada pada tubuh kita," kata seorang panitia haji. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.