Mantan Pengusaha Cap Tikus Bunuh Diri

Kompas.com - 22/10/2010, 15:09 WIB
EditorIgnatius Sawabi

AIRMADIDI, KOMPAS.com -  Seorang kakek mantan pengusaha minuman Cap Tikus, Jonas Wongkar Katuuk (70), ditemukan tewas tergantung. Lokasi di kayu atap rumah, belakang rumah anaknya Desa Kauditan Dua Jaga 5 Kecamatan Kauditan, Jumat (22/10/2010).

Pria yang keseharian sulit berjalan karena menderita sakit asam urat ini ditemukan pertama kali oleh Miske Kapero tetangga sebelah yang melihat korban sudah tergantung.

Ibu rumah tangga ini melihat korban ketika pertama kali membuka jendela rumah sekitar pukul 05.30 Wita. Ia mencoba memanggil korban yang tampak terduduk di rumah belakang, dan ternyata setelah didekati korban tergantung dengan tali ayunan, diikatkan ke atap rumah yang tak terlalu tinggi.

Marsi Katuuk, anak pertama korban saat ditemui Tribun Manado mengatakan, sekitar pukul 05.00 Wita sudah meninggalkan rumahnya yang berada di depan tempat tinggal ayahnya.

"Saya tak menyangka kejadian ini, ayah saya memang sudah beberapa kali mencoba bunuh diri," ujarnya dengan mata sembab.

Menurut Marsi setelah kejadian percobaan bunuh diri ayahnya, ia selalu menyimpan tali bahkan ikat pinggang korban agar tak digunakan untuk gantung diri. Marsi mengaku tak tahu apa yang mendasari ayahnya nekat bunuh diri, namun semenjak kaki ayahnya sulit untuk berjalan karena asam uratnya, korban menurut dia terlihat tertekan.

Sementara itu, menurut tetangga korban yang minta identitasnya disembunyikan, kemungkinan korban meninggal karena tertekan. "Kekayaannya habis, dulu ia pengusaha sukses punya banyak tanah dan rumah," ujarnya.

Setelah pernah mencoba bunuh diri di rumah istri keduanya di Desa Lembean, menurut warga tersebut korban kemudian diungsikan ke rumah anaknya sekarang di Desa Kauditan Dua, dan tinggal di rumah kecil di belakang.

Diduga Murni Bunuh Diri

Sementara itu menurut pemeriksaan kepolisian dugaan sementara korban murni bunuh diri. Kapolsek Kauditan AKP Felix Aramana melalui anggota reskrim yang sedang piket dan mengawal peristiwa ini, Bripka Jefry mengatakan, pada jenazah korban berdasarkan keterangan dokter di RS Hermana Lembean menunjukkan ciri-ciri bunuh diri.

"Seperti halnya korban gantung diri lainnya, pada kemaluan korban keluarkan cairan demikian juga kotoran di dubur," ujarnya. Kesimpulan sementara murni bunuh diri, apalagi setelah mendapat informasi sebelumnya korban mencoba bunuh diri.

"Dua kali korban ketika tinggal di rumah Delfi Sumolang Desa Lembean Jaga Dua korban mencoba gantung diri dua kali," kata Jefry.

Menurut keterangannya, peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juli 2010, korban ketahuan akan gantung diri di kamar sekitar pukul 13.30 Wita namun berhasil dicegah. Kemudian pada hari yang sama pada pukul 16.30 Wita korban mencoba bunuh diri di kamar mandi dan diketahui langsung oleh anak korban Corvel Bolang. (rob)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.