Karyawan Hotel Aston Tolak Eksekusi

Kompas.com - 11/10/2010, 15:33 WIB
EditorMarcus Suprihadi

DENPASAR.KOMPAS.com- Puluhan karyawan hotel Aston Bali Resort & Spa Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Senin (11/10/2010), berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Denpasar. Mereka menuntut PN Denpasar membatalkan eksekusi hotel tempat mereka mencari nafkah yang rencananya akan dilakukan Selasa besok.

Menurut mereka, eksekusi ini terlalu dipaksakan karena proses hukum terkait sengketa antara PT Dewata Royal Internasional (DRI) dan Bank Mandiri sebagai penggugat masih berjalan di tingkat Mahkamah Agung.

"Harapan kami, hormati proses hukum. Yang kedua tunda eksekusi," kata Wayan Wenan, Ketua aksi buruh hotel Aston Resort & Spa Tanjung Benoa, Bali. Jika eksekusi ini tetap dilakukan, 300 lebih karyawan terancam nasibnya.

Sengketa antara PT DRI dan Bank Mandiri berawal dari pinjaman senilai 14 juta dollar AS oleh PT. DRI kepada Bank Exim (sekarang Mandiri). "Perjanjiannya, pinjaman diberikan dalam bentuk dollar, namun PT DRI menerimanya dalam bentuk rupiah," jelas Wayan Wenan.

Saat pengembalian pinjaman, pihak Bank Mandiri meminta dalam bentuk dollar yang nilai kursnya sudah melambung tinggi. PT DRI pun menolak melakukan pembayaran dan hanya bersedia jika membayar dalam kurs rupiah. Pihak Bank Mandiri pun menggugat PT DRI di Pengadilan Niaga Surabaya.

Setelah melewati proses pengadilan, PT  DRI akhirnya dinyatakan pailit oleh pengadilan Niaga Surabaya. Meski PT DRI telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, Penegadilan Niaga Surabaya tetap memohon kepada Pengadilan Negeri Denpasar untuk segera melakukan eksekusi besok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X