Langkah Kaltim Kelola Blok Mahakam Tepat

Kompas.com - 09/10/2010, 12:01 WIB
EditorAchmad Subechi

SAMARINDA, KOMPAS.com--Keinginan Pemprov Kaltim yang berminat ikut terlibat kepemilikan saham 15 persen dalam pengelolaan Blok Mahakam dianggap sebagai langkah sangat tepat oleh pengamat ekonomi asal Samarinda, Daeng Naja.

"Jika Pemprov sudah menggandeng dan memberikan kepercayaan PT Yudhistira ikut dalam kepemilikan saham, maka itu bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah," kata Daeng.

Menurutnya, Pemprov Kaltim semestinya bisa melakukan share saham di beberapa perusahaan-perusahaan besar dibidang migas, batubara dan industri lainnya yang beroperasi di Kaltim.

"Bisa saja. Kenapa tidak? Asal siapkan dananya untuk investasi saham di perusahaan batubara," sarannya. Selama ini, untuk meningkatkan APBD, Pemprov Kaltim menyerahkan ke BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) atau Perusahaan Daerah (Perusda). Sayangnya, BUMD yang ditugaskan untuk mencari sumber pendapatan daerah tanpa melakukan feasibility study.   Akibatnya, optimalisasi peningkatan sumber PAD dari BUMD atau Perusda tidak maksimal. "Yang ada malah membebani APBD kita. Karena mereka (BUMD atau Perusda) setiap tahun mendapat suntikan dana. Kan seharunya dia menyumbangkan PAD, bukan dibiayai PAD," katanya.(bud)  

BLOK MAHAKAM

* Terletak di lepas pantai Kalimantan Timur * Dibuka pada 1960-an, dengan 7 ladang potensial yaitu: Tambora, Sisi, Peciko, Nubi, Bekapai, Handil dan Tunu * Kali pertama blok ini dieksplorasi oleh Inpex Corporation, Jepang. Eksplorasi terdahulu tidak menghasilkan sumber minyak maupun gas * Tahun 1970, Inpex menggandeng Total E&P untuk meneruskan eksplorasi * Dua tahun kemudian, blok tersebut mulai produktif dengan ditemukannya lapangan minyak Bekapai, Handil dan Tambora di delta sungai Mahakam * Pada 1977, blok Mahakam mengalami puncak produksi, yaitu 23.000 barel perhari. Angka ini sama dengan seperempat kuota minyak nasional saat itu. Setelah produksi minyak turun di blok itu, kemudian ditemukan sumur-sumur gas, yakni: lapangan Tunu, Peciko, Sisi dan Nubi * Pada 2005, produksi gas di lapangan Peciko mencapai puncaknya: 600.000 barel perhari. Tak berselang lama, yaitu pada 2006, produksi gas di blok ini tercatat 2,6 juta kaki kubik perhari. Di tahun yang sama, produksi minyak merosot tajam hingga menyentuh angka 90.000 barel perhari * Pada 2006, pendapatan keseluruhan dari blok Mahakam oleh Total dan Inpex mencapai 9  miliar dolar AS. Dari jumlah itu, laba bersih yang didapat senilai 2  miliar dolar AS * Sebagian kecil produksi gas blok Mahakam dijual di dalam negeri. Jumlah itu, antara lain untuk menyuplai kebutuhan gas Pembangkit Tenaga Listrik Bontang dan pabrik pupuk [PT. Pupuk Kalimantan Timur, Tbk.] serta amoniak di Bontang. Lebih banyak digelontor ke negeri seberang, terutama Jepang, Taiwan dan Korea. (berbagai sumber)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.