Muntok, Teladan Kerukunan Beragama - Kompas.com

Muntok, Teladan Kerukunan Beragama

Kompas.com - 03/10/2010, 01:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Potensi keragaman budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak perlu diragukan lagi. Provinsi yang dibentuk tahun 2000 ini menjadi teladan bagi kerukunan suku dan agama di Indonesia karena warga suku Melayu, Jawa dan Tionghoa mampu hidup berdampingan.

Sebut saja, di Muntok, sebuah kota tua di Pulau Bangka bagian barat, terdapat dua tempat ibadah yang bersebelahan, Klenteng Kong Fuk Miau dan Masjid Jamik Muntok. Kedua bangunan yang disucikan itu telah menjadi simbol toleransi masyarakat Bumi Serumpun Sebalai sejak abad 19.

Berdasarkan panduan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bangunan Masjid Jamik didirikan oleh H Abang Muhammad Ali atau Tumenggung Kertanegara II pada tahun 1300 Hijriah atau 1883 M.

Masjid Jamik merupakan masjid tua yang sudah diangkat sebagai cagar budaya. Masyarakat Bangka Barat masih menggunakan Masjid Jamik sebagai masjid. Sedangkan Klenteng Kong Fuk Miau yang dikunjungi para pemeluk Kong Fu Tse ini berdiri pada tahun 1800-an M.

Nama klenteng ini menunjukkan daerah asal para pendirinya, yaitu wilayah Kwang Tung dan Fuk Kian yang digabungkan menjadi Kong Fuk. Keduanya berada di Cina daratan. Sementara Miau berarti rumah dewa.

Kedua tempat bersejarah itu berlokasi di samping terminal bus lama Kota Muntok. Nanti, Anda akan menemukan bangunan ibadah dominasi merah (Klenteng Kong Fuk Miau) berada di samping rumah ibadah beratap hijau (Masjid Jamik).


EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Close Ads X