Mabes: Tiga Orang Tewas di Tarakan

Kompas.com - 29/09/2010, 11:19 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Bentrokan di antara warga dua etnis di Tarakan, Kalimantan Timur, yang sudah terjadi sejak Minggu malam menambah dua korban tewas. Dengan demikian, jumlah korban tewas berjumlah tiga orang, termasuk Abdullah yang tewas pada Minggu lalu. Hal ini disampaikan Wakadiv Humas Polri Brigjen (Pol) Untung Ketut Yoga Ana di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/8/2010).  

"Semalam terjadi lagi bentrokan antarwarga dua etnis yang kemarin sempat bentrok juga. Dalam bentrokan malam tadi dua korban tewas, jadi sekarang sudah jatuh tiga korban tewas sejak bentrokan yang pertama," ujar Yoga. 

Enam rumah warga juga dirusak dalam bentrokan semalam dan delapan warga lainnya mengalami luka serius. "Enam rumah yang dirusak tersebut adalah milik Noerdin, Sarifudin, dan empat rumah milik H Sani," ujar Yoga.

Terkait dengan bentrokan ini, pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak terpancing melakukan tindakan anarki lagi. "Warga sebaiknya saling menahan diri karena kemarin kita sudah sepakati bahwa ini bukan masalah antaretnis, tapi masalah antarpribadi," kata Yoga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.