Jalur Pertigaan Lohbener Padat

Kompas.com - 16/09/2010, 06:13 WIB
EditorBenny N Joewono

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Jumlah kendaraan arus balik di jalur pantura Kabupaten Indramayu terus meningkat namun sejumlah kendaraan dari arah Kabupaten Cirebon menuju Jakarta dan sekitarnya terlihat padat lancar di pertigaan Lohbener.

Kusmayanto salah seorang pemudik kendaraan roda empat, kepada wartawan di Indramayu, Kamis (16/9/2010) mengatakan, arus balik di sepanjang pantura terus meningkat sejumlah kendaraan terjabak macet, seperti di pintu tol Pejagan Kabupaten Brebes.

"Kemacetan di pintu tol Pejagan cukup panjang sehingga pemudik harus sabar, setelah di pintu tol keluar dari Palimanan kembali mengakami kemacetan yang cukup parah," katanya.

Dia menjelaskan, kemacetan yang terjadi di Palimanan Kabupaten Cirebon kurang dari delapan kilometer, semua kendaraan terhenti beberapa jam, setelah petugas berhasil mengurai kemacetan tersebut baru kendaraan bisa maju pelan-pelan.


Dikatakannya, keluar dari kemacetan Palimanan sepanjang Arjawinangun hingga Tegalgubug laju kendaraan tersendat kembali dipersimpangan tersebut, pemudik di Jatibarang hingga melintas di jalan baru Widasari cukup lancar.

"Memasuki jalan baru Widasari arah ke pertigaan Lohbener perjalanan pemudik lancar meski kendaraan tetap padat, diperkirakan akan kembali mengalami kemacetan di perbatasan Indramayu dengan Kabupaten Subang, karena banyak persimpangan jalan dan pasar tumpah," katanya.

Dia menjelaskan, perjalanan dari Pekalongan hingga pertigaan Lohbener kurang dari 13 ja, padahal lalu lintas lancar Jakarta Pekalongan hanya enam jam perjalanan dengan menggunkan kendaraan pribadi, sementara saat arus balik sudah 13 jam baru sampai di Indramayu.

Sementara itu Herman pemudik sepeda motor asal Tegal, Jawa tengah mengaku, perjalanan malam hari di jalur pantura mulai Tegal hingga Kabupaten Indramayu masih padat.

"Perjalanan dari Tegal sempat terhenti di Palimanan akibat jumlah kendaraan yang membludak baik kendaraan pribadi juga bus angkutan umum, sedangkan pemudik sepeda motor menurun, biasanya mereka melakukan perjalanan setelah subuh," katanya.

Dia menambahkan, sengaja melakukan perjalanan malam barangkali jumlah pemudik menurun dibandingkan siang hari ternyata malah tambah parah macetnya, dari Tegal hingga Kabupaten Indramayu kecepatan kendaraan terbatas kurang dari 30 kilo meter per jam.

Arus balik yang melintasi kawasan pesisir pantai utara Kabupaten Indramayu menjelang subuh terus meningkat di beberapa persimpangan jalan, sejumlah kendaraan sempat terhenti sementara kecepatan mereka diperkiarakan kurang dari 30 kilometer perjam.

Baca tentang


    Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

    Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

    Regional
    Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

    Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

    [POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

    Regional
    Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

    Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

    Regional
    Viral di Media Sosial, TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab Saudi

    Viral di Media Sosial, TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab Saudi

    Regional
    Petugas Gunakan Sepatu dan Kayu Padamkan Kebakaran Lahan di Toraja

    Petugas Gunakan Sepatu dan Kayu Padamkan Kebakaran Lahan di Toraja

    Regional
    2 Hari Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya, Warga Pilih Pindah ke Sumbar

    2 Hari Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya, Warga Pilih Pindah ke Sumbar

    Regional
    Ini Pengakuan Istri dari Bandar Narkoba yang Ditembak Mati di Samarinda

    Ini Pengakuan Istri dari Bandar Narkoba yang Ditembak Mati di Samarinda

    Regional
    Padamkan Api di Gunung Slamet, Personel Mesti Tempuh Jalan Kaki 8 Jam

    Padamkan Api di Gunung Slamet, Personel Mesti Tempuh Jalan Kaki 8 Jam

    Regional
    Dua TKI Ilegal Asal NTT Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Sebabnya...

    Dua TKI Ilegal Asal NTT Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Sebabnya...

    Regional
    Alami Mual dan Pusing, 64 Warga Denpasar Dilarikan ke Rumah Sakit

    Alami Mual dan Pusing, 64 Warga Denpasar Dilarikan ke Rumah Sakit

    Regional
    Polres Tulang Bawang Ringkus Perampok Spesialis Rumah Mewah

    Polres Tulang Bawang Ringkus Perampok Spesialis Rumah Mewah

    Regional
    Coba Rebut Senjata Petugas Saat Kejar-kejaran, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Kepala

    Coba Rebut Senjata Petugas Saat Kejar-kejaran, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Kepala

    Regional
    Kemarau, Pemkot Padang Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga

    Kemarau, Pemkot Padang Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga

    Regional
    4 Kali Adian Napitupulu Bilang ke Jokowi Tak Punya Bakat Jadi Menteri

    4 Kali Adian Napitupulu Bilang ke Jokowi Tak Punya Bakat Jadi Menteri

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X