Gempa Yogyakarta, Warga Panik dan Trauma - Kompas.com

Gempa Yogyakarta, Warga Panik dan Trauma

Kompas.com - 14/09/2010, 03:31 WIB

GUNUNG KIDUL, KOMPAS - Warga di pelosok pedesaan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, panik akibat guncangan gempa berkekuatan 5 skala Richter pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 23 km tenggara Bantul, Minggu tengah malam. Meskipun tidak ada kerusakan, warga dan nelayan di tepi pantai Selatan Gunung Kidul mengkhawatirkan adanya tsunami. Banyak wisatawan dan pedagang menginap di tepi pantai saat libur Lebaran.

Nelayan Pantai Baron, Sugi, mengatakan, warga dan pedagang lari menjauhi pantai begitu gempa mengguncang bangunan permanen ataupun semipermanen di tepi pantai. Tim Search and Rescue Gunung Kidul segera mengumumkan gempa melalui pengeras suara dan meminta masyarakat mewaspadai tsunami. ”Pantai sedang ramai pengunjung yang menginap ketika gempa terjadi,” kata Sugi, Senin (13/9).

Ketika gempa mengguncang, atap warung di tepi pantai saling bergesekan dan mengeluarkan bunyi kencang. Daniel, warga yang sedang menginap di Pantai Sadeng, mengaku tubuhnya seperti diayun-ayun. ”Kami sudah pengalaman dengan gempa sehingga langsung berhamburan ke luar rumah ketika terjadi guncangan,” ujar Daniel.

Gempa dirasakan hampir semua warga di Gunung Kidul. Guncangan terasa paling keras terutama di perbatasan Gunung Kidul dengan Bantul. Seluruh warga di Dusun Mojosari, Playen, juga berhamburan ke luar rumah sambil membunyikan kentungan dengan nada titir (terus-menerus) sebagai pertanda bencana alam.

Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta Bambang Subadyo mengatakan, guncangan gempa terasa keras karena pusatnya dangkal dan berada di pantai sebelah tenggara Bantul.

Meski demikian, gempa ini tidak merusak seperti gempa pada 21 Agustus lalu. Intensitas dan lokasi kedua kejadian gempa tidak jauh. ”Gempa 21 Agustus pusatnya di darat, jadi getarannya lebih terasa dibandingkan yang kemarin,” kata Bambang.

Getaran besar hanya dirasakan warga selama tiga detik, tetapi Bambang mengatakan bahwa dari alat pencatat gempa, gempa itu riilnya berlangsung selama tiga menit. Pada Senin pagi sempat terjadi gempa susulan, tetapi tidak terasa karena hanya berkekuatan 3 skala Richter.

Dekatnya jarak waktu antara kedua gempa yang cukup menimbulkan kepanikan warga itu dinilai Bambang sebagai hal yang wajar. Namun, ia belum bisa memastikan apakah ada hubungan langsung antara kedua gempa itu. ”Kami masih harus meneliti hal itu lagi,” ujarnya.

Gempa juga dirasakan di wilayah Klaten dan Purworejo (Jawa Tengah). ”Pada gempa 21 Agustus, kami mendapat laporan terasa hingga Kabupaten Magelang dan Temanggung,” ujar Bambang. (WKM/ENG)


Editor

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X