Warga Serbu Mapolsek, 2 Ditembak Mati - Kompas.com

Warga Serbu Mapolsek, 2 Ditembak Mati

Kompas.com - 01/09/2010, 03:33 WIB

PALU, KOMPAS.com - Insiden serangan warga terhadap kantor Mapolsek Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Selasa (31/8/2010) malam, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai enam anggota Polri.

"Jumlah anggota Polri yang luka-luka tercatat enam orang," kata Kapolda Sulteng Brigjen Muhammad Amin Saleh kepada wartawan di Palu, Rabu (1/9/2010) dini hari.

Dari enam anggota Polri yang terluka itu, satu di antaranya mengalami luka bakar serius akibat terkena lemparan bom molotov dari massa penyerang. "Anggota Polri yang terbakar itu adalah personel Brimob," kata Kapolda Amin Saleh.

Ke-enam anggota Polri yang terluka itu sudah mendapatkan perawatan di RS Buol. Sementara itu, korban tewas dari pihak warga yang menyerang Mapolsek bertambah menjadi dua orang. Mereka terkena tembakan dalam insiden yang pecah Selasa pukul 21.30 WITA itu.

"Identitasnya belum kami ketahui karena situasinya masih belum memungkinkan untuk didata," kata orang nomor satu di Polda Sulteng itu.

Informasi dari Buol menyebutkan, korban tewas terakhir yang dilarikan ke RSUD Buol pada Rabu dini hari itu bernama Ridwan. Warga Kelurahan Leok itu terkena tembakan di kepala.

Korban diduga sudah tewas di lokasi bentrokan sebelum dievakuasi ke rumah sakit. Korban tewas sebelumnya bernama Amran Abjalu (19). Warga Kelurahan Kali ini terkena tembakan di bagian mata.

Kondisi dua korban lainnya, yakni Firman, warga Kelurahan Kali, dan Irfan, warga Leok, kini kritis. Dokter piket RSUD Buol, dr.Mariaty, mengatakan, pihaknya mencatat sedikitnya 17 orang korban dirawat di rumah sakit pemerintah itu.

Sementara itu, situasi Kota Biau, ibu Kota Kabupaten Buol, masih mencekam namun bentrokan sudah terhenti kendati konsentrasi kerumunan warga masih tampak di beberapa tempat.

Kerusuhan itu berawal saat sekitar 3.000 warga yang datang dari Kelurahan Buol, Leok, Kulango dan Kali yang menyerbu Kantor Polsek Biau Selasa malam.

Massa tidak dapat menerima kematian Kasmir Timumun, seorang tukang ojek, di tahanan Polsek Biau hari Senin (30/8).

Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu namun hari Senin dia tewas di dalam tahanan. Banyak warga mencurigai bahwa kematiannya akibat penganiayaan.

Sebagai buntut dari kematiannya, Selasa malam sekitar pukul 21.30 WITA, ribuan warga mendatangi Markas Polsek Biau yang terletak di Kelurahan Kali dan berdekatan dengan Kantor Bupati Buol.

Aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk mengendalikan massa namun massa penyerang semakin beringas.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    Editoryuli

    Terkini Lainnya


    Close Ads X