Konflik Rumah Tangga di Mata Pria dan Wanita

Kompas.com - 12/08/2010, 15:35 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Konflik rumah tangga disebabkan juga oleh persoalan sehari-hari. Termasuk perbedaan cara pandang, yang membuat suami-istri bertengkar. Selisih paham bisa dipicu dari hal kecil seperti pilihan cat rumah, cara memasang sprei, atau jenis makanan yang tepat untuk anak. Sikap pasangan yang selalu meragukan cara atau keputusan Anda dalam rumah tangga menjadi sumber konflik. Dampaknya bisa beragam, pasangan merasa tak dihargai, hingga kehilangan kepercayaan diri.

Secara ilmiah, Asosiasi Psikologi Amerika (The American Psychological Association), seperti dikutip Livestrong, mengatakan pasangan suami-istri sebaiknya tidak menyepelekan atau mengabaikan krisis dan konflik. Sebaliknya, hadapi dan selesaikan konflik pernikahan. Kompromi dinilai sebagai langkah awal mengatasi konflik.

Namun bagaimana sebenarnya cara berpikir pria dan wanita melihat konflik seperti ini? Dengan memahami cara berpikir pria dan wanita, setidaknya, pasangan suami istri bisa menelaah masalah lebih bijak dengan melihat sudut pandang berbeda untuk mencari solusi.

Pria berkata:
Suami yang selalu meragukan cara atau keputusan yang Anda pilih untuk urusan rumah tangga dan juga anak, bukan berarti tak menghargai atau tidak mempedulikan Anda. Hanya saja suami tidak menyadari bahwa Anda bukanlah anaknya yang butuh dikendalikan atau diatur sesuai kehendaknya. Sebagai istri Anda pun perlu memberitahu suami dengan menyadarkan dirinya mengenai sikap ini. Jika suami ingin mengkritik keputusan Anda yang menurutnya salah, sebaiknya dia juga bersikap adil dengan mengungkapkan hal baik yang Anda lakukan untuk keluarga.

Wanita berkata:
Istri memiliki peran yang sejajar dengan suami, Anda perlu mengingatkan suami mengenai konsep ini. Namun, untuk mencegah terjadinya konflik berkepanjangan, sebaiknya coba tuliskan bagaimana perasaan Anda mengenai masalah yang terjadi dengan suami. Berikan surat tersebut kepada suami lalu katakan dengan tenang bahwa Anda akan meninggalkan rumah beberapa jam. Meninggalkan rumah bukan bentuk pelarian dari masalah, hanya saja Anda perlu waktu menyendiri sejenak. Lakukan kegiatan yang positif untuk diri sendiri seperti mengikuti kelas yoga atau berkunjung ke rumah seorang teman baik. Ketidakhadiran Anda di rumah akan memberikan pesan bahwa Anda juga berhak diperlakukan baik, dalam hal ini oleh suami.

Bagaimana dengan Anda? Punya pengalaman atau solusi lain yang berbeda?

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X