'Pakchoy', Harapan Baru Petani Indramayu

Kompas.com - 06/08/2010, 10:21 WIB
EditorIgnatius Sawabi

INDRAMAYU, KOMPAS.com Sejumlah petani yang tergabung dalam Asosiasi Sayuran Dataran Rendah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai panen perdana pakchoy, sejenis sawi.      Ketua asosiai itu, Muhidi, mengatakan kepada wartawan di Indramayu, Jumat (6/8/2010), panen perdana pakchoy dilakukan di Desa Sumuradem Kecamatan Sukra.      "Panen perdana sayuran pakchoy cukup sukses berkat kerja keras mengembangkan tanaman sayuran dataran rendah yang membuktikan bahwa ternyata ’Kota Mangga’ cocok untuk sayuran tersebut," kata Muhidi.      Menurut dia, tanggapan pasar terhadap pakchoy hasil perdana petani Indramayu itu menggembirakan.      Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Indramayu Toto Kusmanto menuturkan hal serupa bahwa pengembangan tanaman sayuran dataran rendah yang dikelola secara serius oleh kelompok tani di wilayah itu sangat menguntungkan karena dapat meningkatkan kesejahteraan anggota tani tersebut.      Dia mengatakan, setelah asosiasi itu berhasil mengembangkan tanaman bunga kol, kini mereka kembali berhasil menanam pakchoy, sawi yang banyak diminati pasar dalam dan luar negeri.      "Hasil panen perdana pakchoy sudah ditampung oleh PT Alamanda Sejati Utama Bandung. Dengan begitu, petani tidak repot untuk menjual hasil panennya," katanya.      Menurut Rusdi, petani yang ikut menanam sayur, setelah mencoba beralih pola tanam dari padi ke sayuran dataran rendah, mengalami peningkatan penghasilan.    "Karena tanaman sayuran dataran rendah memiliki keunggulan jika dibandingkan tanaman padi. Sayuran mudah perawatannya, waktu penanaman kurang dari dua bulan sehingga modal usaha cepat kembali," katanya.     Menurutnya, harga jual sayuran juga stabil karena sudah ada yang menampung. Hal ini pun berbeda dengan gabah, yang harganya pasti anjlok jika panen serempak.      Camat Sukra Mulya Sejati mengungkapkan, pola tanam sayuran dataran rendah menggiurkan. Dia berharap, petani yang ada di Indramayu dapat memanfaatkan kesempatan baik tersebut.      Dia mengisahkan, awalnya para petani yang terbiasa menanam padi sulit untuk beralih ke sayur. Namun, berkat kerja sama dan keuletan kelompok tani "SADAR", mereka berhasil menanam sayur.      Kini, menurut dia, banyak petani lain yang juga mulai beralih ke sayur.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X