Wakil Bupati Terpilih Tersangka Korupsi

Kompas.com - 17/06/2010, 10:10 WIB
EditorIgnatius Sawabi

BERABAI, KOMPAS.com - Faqih Jarjani, wakil bupati terpilih pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mengabaikan panggilan Kejaksaan Negeri Barabai. Pemanggilan terkait pemeriksaan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD 2001-2003.       "Faqih Jarjani yang juga Ketua DPRD Hulu Sungai Tengah itu semestinya menjalani pemeriksaan pada beberapa hari lalu," kata Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Barabai Wawan, Kamis (17/6/2010).       Namun, kata dia, yang bersangkutan tidak datang dan hanya ada utusannya menyampaikan surat ke Kasi Pidana Khusus perihal ketidakhadirannya.       Faqih Jarjani ditetapkan Kejari Barabai sebagai tersangka pada 9 Juni 2010. Ia terjerat kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negera sebesar Rp 2 miliar lebih, saat menjabat sebagai anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Hulu Sungai Tengah periode 1999-2004.       Ia mengatakan tidak mengetahui secara persis alasan Faqih Jarjani tidak memenuhi panggilan Kejari. "Namun kalau alasan ketidakhadiran itu karena belum memilik Penasehat Hukum maka itu mengada-ngada," katanya.       Rencana dan jadwal pemanggilan Faqih sendiri telah diberikan beberapa hari sebelumnya. Kerena itulah, tidak ada alasan ketidaksiapan masalah penasehat hukum yang akan mendampingi saat pemeriksaan.       Selain itu, bila yang bersangkutan tidak memiliki penasihat hukum maka akan disediakan Kejari. Karena itulah, alasan tidak memiliki penasihat hukum sangat tidak masuk akal.       Ia menambahkan, karena ini merupakan kali pertama yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan Kejari maka belum bisa dikategorikan sebagai tindakan tidak kooperatif.       "Dari pemanggilan pertama sikapnya kooperatif. Karena itulah, tidak ada alasan kami untuk melakukan pemanggilan paksa atau penahanan, kecuali tidak datang saat dipanggil hingga tiga kali," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X