Mengapa Widya Menang di Pilkada Kendal? - Kompas.com

Mengapa Widya Menang di Pilkada Kendal?

Kompas.com - 07/06/2010, 16:29 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Kemenangan istri mantan Bupati Hendy Boedoro, Widya Kandi Susanti, dalam pemilihan umum kepala daerah, Minggu (6/6/2010), sementara ini terjawab. Widya Kandi yang berpasangan dengan tokoh ulama dari Nahdlatul Ulama, HM Mustamsikin, dinilai warga tidak mungkin mengulang kesalahan seperti suaminya.

"Kami sebenarnya masih mengakui mantan Bupati Hendy Boedoro cukup berhasil membangun Kendal selama kepemimpinannya 2000-2005. Kalau dia tersangkut korupsi dan dipenjara itu lagi apes saja. Kami beri kesempatan istrinya memimpin Kendal," ujar Tantowi, warga Kendal, Senin (7/6/2010), seperti menjawab teka-teki atas kemenangan Widya Kandi Susanti.

Hasil penghitungan cepat oleh Komisi Pemilihan Umum Kendal, yang ditutup pukul 21.00 semalam, kemungkinan sulit terkejar oleh empat pasangan calon bupati pesaingnya. Calon bupati Widya Kandi memastikan meraup hampir 42 persen, jauh meninggalkan persentase perolehan kandidat lain yang rata-rata di bawah 23 persen.

Ketua KPU Kendal Abdullah Sachur mengatakan, perolehan Widya Kandi juga para kandidat lain melalui hasil hitung cepat ditutup pukul 21.00 WIB, ketika data perolehan suara di tingkat desa sudah mencapai 65 persen.

Selanjutnya, KPU menunggu penghitungan surat suara resmi pada 11 Juni mendatang sekaligus penetapan perolehan suara yang sah berdasarkan laporan semua petugas tempat pemungutan suara.

Kandidat yang terpilih, Widya Kandi Susanti, saat bertemu sejumlah wartawan, mengatakan, dirinya tidak tertarik untuk membuat program 100 hari. Fokus utamanya nanti adalah membenahi pelayanan masyarakat lebih dulu.


EditorRobert Adhi Kusumaputra

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X