Akibat Banjir, Ribuan Siswa Diliburkan

Kompas.com - 17/05/2010, 15:52 WIB
Editorhertanto

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Sekitar 1.500 siswa dari 31 sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (17/5/2010), terpaksa diliburkan, akibat luapan banjir Bengawan Solo yang menggenangi sekolah mereka.

"Dari data yang masuk, para siswa yang libur tersebut yang sekolahnya terendam air banjir Bengawan Solo," kata Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Akhyar, Senin.

Jumlah tersebut, katanya, belum termasuk jumlah siswa yang tidak masuk sekolah yang pemukiman dan akses jalan menuju sekolahnya, terendam air luapan Bengawan Solo.

Di antara sekolah yang meliburkan siswanya itu yakni SDN Mlaten I dan II di Desa Mlaten, Kecamatan Kapas. Selanjutnya, SDN Sudu 2 di Desa Sudu dan SDN Cengungklung di Desa Cengungklung, keduanya di Kecamatan Kalitidu, serta SDN Ngablak di Kecamatan Dander.

Di samping itu, lanjutnya, para siswa SDN yang libur terbanyak, lokasinya berada di sejumlah desa di Kecamatan Malo dengan jumlah 12 SDN. Sedangkan di Kecamatan Balen, sebanyak enam SDN dan di Kecamatan Trucuk, lima SDN.

Akhyar menyatakan, para siswa tersebut, sebenarnya tidak diliburkan, namun tetap diminta belajar sendiri di rumah. "Kalau penghitungan kasar jumlah siswanya ada kalau 1.500 siswa yang tidak masuk sekolah, akibat banjir," katanya.

Yang jelas, lanjutnya, dengan kondisi yang ada, tidak mungkin ruangan yang terendam air banjir dimanfaatkan untuk proses kegiatan belajar mengajar. Diharapkan, setelah banjir surut para siswa tetap diminta kembali masuk sekolah untuk meneruskan kegiatan proses belajar mengajar.

Dia menjelaskan, di Bojonegoro, SDN yang dibangun di daerah rawan banjir Bengawan Solo, jumlahnya mencapai puluhan.

Hal itu, terjadi karena memang pemukiman warga di Bojonegoro, yang berada di daerah rawan genangan banjir, tergolong merata di kecamatan di Bojonegoro.

Dia menambahkan, selama ini para guru yang mengajar di daerah genangan banjir, sudah terbiasa untuk memberikan pelajaran ketertinggalan para siswanya yang tidak masuk sekolah akibat banjir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X