Penghapusan itu Justeru Tidak Reformatif

Kompas.com - 12/05/2010, 11:09 WIB
Editorlatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghapusan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) dengan alasan untuk mereformasi struktur keorganisasian di tubuh Kemendiknas RI dianggap tidak relevan, bahkan justeru tidak reformatif karena malah cenderung kembali ke pola lama di zaman orde baru.

Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (12/5/2010). "Kami ini sudah puluhan tahun mengurusi guru, jadi bisa kami katakan kalau yang dikatakan sebagai reformasi oleh Mendiknas itu malah tidak reformatif. Kita sekarang seperti kembali ke masa lalu," ujar Sulistiyo. 

Sekarang ini, kata Sulistiyo, dengan dihapuskannya Ditjen PMPTK dan dibentuknya struktur dan manajemen baru melalui perubahan Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Menengah (Dikdasmen) menjadi dua direktorat, yaitu Direktorat Pendidikan Dasar dan Direktorat Pendidikan Menengah, malah semakin menambah jalur birokrasi seperti zaman dulu di era orde baru.

"Setelah lima tahun ini terjadi dinamika yang bagus dan akselerasi yang baik karena kesejahteraan guru mulai diperbaiki, meskipun guru honor masih banyak yang dilecehkan, tiba-tiba Mendiknas merubah ini dengan konsep masa lampau," ujar Sulistiyo. 

Dia mengatakan, perubahan struktur dan fungsi Ditjen PMPTK ini bahkan kembali menjadi sistem yang terkastanisasi. Sulistiyo bilang, perbedaan fungsi dan manajemen akan semakin terlihat dan terasa, karena antara guru SD dan SMP akan berbeda-beda perhatiannya.

"Persis seperti dulu, antara guru SD dan SMP nanti dibeda-bedakan, bahkan sampai ke soal tunjangan mereka," ujar Sulistiyo.

Seperti diberitakan kemarin di Kompas.com, Selasa (11/5/2010), Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendiknas RI Muhadjir mengatakan, penghapusan Ditjen PMPTK merupakan upaya reformasi di tubuh Kemendiknas, termasuk salah satunya dengan memecah Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) menjadi dua direktorat, yaitu Direktorat Pendidikan Dasar dan Direktorat Pendidikan Menengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan satu jalur ini menjadi lebih sederhana dan lebih fokus mengurus urusan masing-masing, baik itu urusan sarana maupun prasarana, termasuk untuk mengurus gurunya. Kita lihat Dikti, dari mulai sarana-prasarana, urusan mahasiswa, sampai dosen ditangani sendiri, jadi lebih fokus dan mudah," ucap Muhadjir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.