Gigolo Ada, tapi Bukan "Local Boys"...

Kompas.com - 27/04/2010, 10:32 WIB
Editorwsn

KUTA, KOMPAS.com — Bendesa Adat atau Kepala Desa Adat Kuta I Gusti Ketut Sudira merasa terusik dengan munculnya film dokumenter Cowboys in Paradise yang kini telah beredar luas hingga ke dunia internasional. Bendesa adat tidak terima jika gigolo disebut local boys.

"Saya tidak menghindar. Kenyataannya (gigolo) ada, tapi itu dari luar," ungkap Sudira. "Ini terbukti saat sidak kemarin, mereka tidak punya identitas," tambah Sudira.

Sudira mengaku sudah menonton cuplikan film tersebut melalui YouTube dan tidak mengenal satu pun pemeran atau narasumber yang ada dalam Cowboys in Paradise. "Pelakunya bukan dari sini. Yang ada di film bukan warga kami," ungkap Sudira.

Untuk mengubah citra tentang gigolo, bendesa adat akan lebih mengintensifkan pengawasan terhadap pedagang di sekitar Kuta agar tidak disusupi orang dari luar yang ingin merusak citra Kuta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.