Hijaukan Hutan Rakyat

Kompas.com - 17/04/2010, 04:23 WIB
Editor

Banyumas, Kompas - Untuk mengatasi lahan kritis di Pulau Jawa, Perum Perhutani merintis penghijauan hutan rakyat lewat program rehabilitasi dan pengembangan hutan rakyat. Sebagian besar lahan kritis merupakan areal hutan rakyat dengan luasan lebih dari 500.000 hektar.

”Program ini bukan bantuan, melainkan usaha pengembangan hutan rakyat. Itu berarti bisnis,” kata Direktur Utama Perum Perhutani Upik Rosalina Wasrin di sela-sela kunjungan pada ulang tahun ke-5 Serikat Karyawan Perum Perhutani di Wanawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (16/4).

Menurut Upik, total areal lahan kritis di Jawa mencapai 900.000 hektar. Sebagian besar merupakan hutan rakyat dan sebagian kecil areal hutan Perum Perhutani. Lahan kritis Perum Perhutani sudah direhabilitasi 350.000 hektar lewat program penghijauan sejak tahun 2005. Tahun 2010 tinggal 70.000 hektar yang perlu dihijaukan.

Kini tinggal areal hutan rakyat yang perlu dihijaukan. Program itu telah dijajaki dengan sejumlah pemerintah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Baru-baru ini Perhutani menjalin kerja sama program rehabilitasi dan usaha pengembangan hutan rakyat dengan Pemerintah Provinsi Banten, yakni penghijauan kawasan hutan di Pandeglang seluas 7.500 hektar.

”Di Jawa Tengah, kami bekerja sama dengan Kabupaten Banyumas dan Kendal,” katanya.

Komunikasi intensif

Upik mengatakan, penghijauan di lahan hutan rakyat tidak semudah penghijauan areal hutan Perum Perhutani. Penghijauan pada hutan rakyat membutuhkan komunikasi intensif agar masyarakat menerima program yang ditawarkan.

Upik menuturkan, Perum Perhutani harus memberikan penawaran kepada pemilik lahan terkait jenis tanaman keras yang akan ditanam, apakah tanaman buah atau kayu, seperti sengon.

Perum Perhutani akan memberikan pinjaman bagi warga yang belum memiliki modal untuk membeli bibit tanaman. Pinjaman dikembalikan melalui bagi hasil dari penjualan kayu yang dipanen. ”Bagi hasil ditentukan melalui kesepakatan,” katanya.

Kendati program akan memakan waktu lama, pemerintah tetap menargetkan Perum Perhutani untuk menghijaukan 2 juta hektar hutan rakyat sampai tahun 2014. Perum Perhutani berusaha mengejar target itu, terutama penghijauan di daerah aliran sungai yang kritis. Salah satunya adalah Sungai Citarum.

”Tingkat erosi di DAS Citarum mencapai jutaan meter kubik. Dengan program penghijauan di kawasan hutan rakyat, diharapkan erosi akan berkurang,” kata Upik. (MDN)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

Regional
Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Regional
Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Regional
Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Regional
Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Regional
Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Regional
5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

Regional
Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X